Disdikbud Tangsel Diduga Lagi Tutupi Dosa, Relawan Jokowi Siap Kawal Rumini

Nusantara  KAMIS, 04 JULI 2019 , 15:15:00 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Disdikbud Tangsel Diduga Lagi Tutupi Dosa, Relawan Jokowi Siap Kawal Rumini

Taryono/Ist

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Tangerang Selatan dinilai mengambil langkah tak elok dalam kasus guru honorer bernama Rumini.

Pasalnya, Kepala Disdikbud Tangerang Selatan Taryono secara terbuka menyerang balik Rumini. Aksi ini dilakukan sang pejabat setelah Rumini membongkar praktik pungutan liar (pungli) di SD Negeri 02 Pondok Pucung.

Sekjen Garda Nasional untuk Rakyat (GNR) Choir Syarifudin alias Ucok mengatakan, sepatutnya Kepala Disdikbud bijak mencari solusi, dengan tidak melukai semua pihak.

Sebab, pasca Rumini membongkar kasus pungli membuat banyak pihak mulai mengusut adanya dugaan ketidakberesan di Disdikbud.

"Kami, relawan Jokowi siap membela dan memberikan support kepada Rumini," kata Ucok melalui keterangan tertulisnya, Kamis (4/7).

"Inikan namanya cuci dosa. Kenapa Disdikbud tidak mengusut kasus dugaan pungli yang dibongkar Rumini," imbuhnya.

Sebelumnya, Taryono menyebutkan Rumini melanggar perjanjian kerja sama. Rumini juga beberapa kali meninggalkan tugas, kekerasan verbal terhadap siswa, serta ketidakharmonisan Rumini dengan guru-guru lainnya di SDN 02 Pondok Pucung.

"Kami lakukan pembinaan terus berulang-ulang sampai ada teguran dan pada akhirnya pemutusan hubungan kerja," kata Taryono yang menandatangani surat pemecatan Rumini.

Diketahui, Rumini merupakan guru ekstrakurikuler tari tradisional. Setelah tujuh tahun mengabdi, dia diangkat menjadi guru Bidang Studi Kesenian untuk Kelas 1 dan 6 SDN 02 Pondok Pucung.

"Saya menemukan hal yang mencurigakan ketika mengetahui adanya pungutan kepada para wali murid untuk pengadaan buku paket dengan harga yang bervariasi dari Rp 230 ribu sampai Rp 360 ribu per siswa," kata Rumini pada Rabu (3/7).

Rumini mengungkapkan, adapula pungli lain seperti dana laboratorium komputer serta kegiatan sekolah.

Pemasangan infocus pun dibebankan kepada orang tua murid. Padahal, semua biaya yang dipungut sudah ada dalam komponen dana dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan BOS Daerah (BOSDA).

"Karena SDN Pondok Pucung 02 ini sekolah rujukan nasional yang berhak mendapatkan dana tersebut," ujar Rumini.

Adapun Taryono menjelaskan bahwa pada 2018 pihak sekolah telah diklarifikasi soal penggunaan dana BOS dan BOSDA. Hasilnya, semua tuduhan Rumini tak terbukti.[dod]

Komentar Pembaca
PPSU Bersih-Bersih

PPSU Bersih-Bersih

JUM'AT, 24 MEI 2019 , 01:42:00

Ribuan Jamaah Mensalatkan Ustaz Arifin Ilham

Ribuan Jamaah Mensalatkan Ustaz Arifin Ilham

JUM'AT, 24 MEI 2019 , 01:29:00

20 NGO Hadiri Gathering di Rawamangun

20 NGO Hadiri Gathering di Rawamangun

SABTU, 25 MEI 2019 , 13:35:00