PKB Incar Kursi Berbasis Pertanian dan Nelayan Ketimbang Menpora

Politik  SABTU, 06 JULI 2019 , 11:48:00 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

PKB Incar Kursi Berbasis Pertanian dan Nelayan Ketimbang Menpora

Diskusi publik "Ribut Rebut Kursi Menteri"/RMOL

Partai Kebangkitan Bangsa mendorong Joko Widodo-Ma’ruf Amin mengalokasikan portofolio kursi menteri yang berbeda dari pemerintahan 2014-2019.

Demikian disampaikan Wakil Sekretaris Jenderal DPP PKB Daniel Johan dalam acara diskusi bertema Ribut Rebut Kursi Menteri di kawasan Jalan Wahid Hasyim, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (6/7).

Daniel mengakui bahwa PKB telah menawarkan 10 nama calon menteri kepada Jokowi. Meski demikian, dia mengklaim belum mengetahui berapa nama yang bakal dipilih oleh bekas Gubernur DKI Jakarta tersebut.

"Dari 10 nama itu tidak ada target," kata Daniel.

Di Kabinet Kerja, Menteri Ketenagakerjaan Muhammad Hanif Dhakiri, Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi, serta Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo adalah kader PKB. Selain itu, Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Mohammad Nasir sering disebut-sebut sebagai representasi PKB.

Daniel mengharapkan kursi Mendes PDTT dan Menteri Ketenagakerjaan tetap dipegang oleh kader partainya agar kinerja selama 5 tahun ini dapat diteruskan. Namun, dia pun menginginkan portofolio baru yakni kementerian yang menangani basis masyarakat banyak.

"Mudah-mudahan (menteri) basis nahdliyin petani dan nelayan. Kalau menpora nggak," kata Wakil Ketua Komisi IV DPR ini.

Narasumber lainnya, Ketua Umum PB HMI Saddam Al Jihad mengharapkan banyak anak muda yang masuk dalam Kabinet Jokowi-Maruf.

"Generai muda tulus membangun bangsa," kata Saddam.

Saddam menilai, dengan masuknya kaum mileneal pada kabinet Jokowi-Maruf diharapkan memberikan penyegaran politik.

Kandidat Doktor Ilmu Pemerintahan IPDN ini mengungkapkan pemuda memiliki semangat tinggi dalam membangun bangsa.

Selain itu dapat berjalannya kaderisasi di Indonesia, sehingga estafet kepemimpinan Indonesia ke depan mempunyai warna baru.

Dijelaskannya, masuknya generasi milenial di kabinet Jokowi menjadi terobosan penting, dan mewujudkan youth government (kepemimpinan pemuda). Apalagi di era digitalisasi menjadi wadah yang tepat bagi milenial masuk ke jajaran kabinet.[dod]

Komentar Pembaca