Istana: Pendidikan Agama Dihapus Itu Hoax

Nasional  MINGGU, 07 JULI 2019 , 10:58:00 WIB | LAPORAN: RMOL NETWORK

Istana: Pendidikan Agama Dihapus Itu Hoax

Ali Mochtar Ngabalin/Net

Beredar lagi kabar yang menyebut pemerintahan Joko Widodo akan menghapus pendidikan agama dari sekolah. Hal ini dibantah keras pihak Kantor Staf Presiden.

Tenaga Ahli Kedeputian IV Kantor Staf Presiden, Ali Mochtar Ngabalin, menyebut kabar itu sebagai informasi sampah.

"Ah itu cuma hoax. Bagaimana mungkin pendidikan agama dihapus. Info abu nawas itu, info sampah itu," ucap Ali Mochtar Ngabalin saat dihubungi Kantor Berita RMOL, Sabtu (6/7).

Ali melanjutkan, pendidikan di Indonesia tidak boleh keluar dari norma penghayatan Pancasila. Karena itulah pendidikan agama sangat diperlukan.

"Iya, kalau pendidikan nasional kita sebetulnya tidak boleh keluar dari norma, penghayatan Pancasila baik dari sisi moral, budaya," lanjut Ngabalin.

Dia meminta pihak yang ingin mendiskreditkan pemerintah untuk tidak menyebarkan informasi bohong, apalagi proses pemilihan presiden dan wakil presiden telah usai.

"Berita bohong itu tidak mungkin terjadi. Saya pikir Pemilu sudah selesai, sudah ada Presiden dan Wakil Presiden terpilih. Jangan ada lagi yang menyebarkan kabar bohong," ujarnya.

Isu penghapusan pelajaran agama dari sekolah oleh pemerintahan Joko Widodo bermula dari viralnya video di media sosial di masa jelang Pilpres 2019.

Menanggapinya, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhadjir Effendy, pun sudah menegaskan tak ada rencana penghapusan pelajaran agama di sekolah.

Video bantahan dari Kemendikbud tentang isu penghapusan pendidikan agama dari sekolah sudah diunggah pada 25 Februari 2019.[dod]

Komentar Pembaca