Sosiolog UIC: Agung dan Syaikhu Ditolak DPRD, Harus Ada Cawagub Baru

Politik  SENIN, 08 JULI 2019 , 13:16:00 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Sosiolog UIC: Agung dan Syaikhu Ditolak DPRD, Harus Ada Cawagub Baru

Musni Umar/Ist

Sosiolog Musni Umar memprediksi rapat paripurna pemilihan wagub DKI Jakarta tidak akan memenuhi persyaratan kuorum. Sebab dua cawagub yang disodorkan PKS, Agung Yulianto dan Ahmad Syaikhu, mendapat penolakan dari sebagian anggota DPRD DKI.

"Rencana sidang paripurna DPRD DKI pada 22 Juli 2019 untuk memilih wagub DKI, saya duga tidak memenuhi kuorum, sehingga bakal gagal memilih pendamping Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dari PKS," kata Musni melalui keterangan tertulisnya, Senin (8/7).

Rektor Universitas Ibnu Chaldun (UIC) Jakarta ini menerangkan, sangat sulit untuk menghadirkan anggota DPRD DKI dalam rapat paripurna agar memenuhi kuorum. Sebab banyak anggota DPRD DKI yang tidak terpilih kembali pada Pileg 2019.

"Tanggal 22 Juli 2019 rapat paripurna DPRD DKI kemungkinan besar tidak memenuhi qourum 50+1 dari 106 anggota DPRD DKI," ujar Musni.

"Bentuk mereka tidak setuju, tidak menghadiri rapat paripurna DPRD DKI. Pertimbangannya pasti kepentingan politik saat ini dan di masa depan," sambungnya.

Karenanya Musni berharap adanya kesepakatan untuk mengajukan cawagub baru yang disepakati PKS dan Gerindra yang bisa diterima para anggota DPRD DKI dan partai-partai politik di ibukota.

Musni mengungkapkan, Prabowo Subianto memang telah memenuhi komitmennya, bahwa kursi wagub DKI untuk PKS. "Tapi masalahnya Prabowo tidak bisa memaksa para anggota DPRD DKI dari partai-partai politik untuk hadir dalam rapat paripurna DPRD DKI dan memilih cawagub DKI Jakarta yang diusulkan PKS," terang Musni.

"Gerindra dan PKS harus berdiskusi, menentukan figur yang solid," tutup Musni.[dod]

Komentar Pembaca