Babak Belur Diurus Rizal Mallarangeng, Politisi Senior Golkar Ini Tuntut Musdalub

Politik  RABU, 10 JULI 2019 , 18:06:00 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Babak Belur Diurus Rizal Mallarangeng, Politisi Senior Golkar Ini Tuntut Musdalub

Ruddin Akbar Lubis/Net

Plt Ketua DPD I Partai Golkar DKI Jakarta Rizal Mallarangeng sudah terbukti gagal mengurus beringin ibukota. Hal ini terlihat dari raihan suara Golkar yang babak belur pada Pileg 2019 lalu.

Pada Pileg 2019, target Golkar DKI adalah 22 kursi DPRD, tapi itu tidak terwujud. Bahkan kursi yang ada malah berkurang dari yang sebelumnya 9 kursi sekarang hanya 6 kursi.

Selain di DPRD DKI, perolehan kursi Golkar di DPR RI dari dapil DKI juga anjlok. Golkar hanya mendapat 1 kursi dari semula 3 kursi.

Politisi senior Partai Golkar Ruddin Akbar Lubis mengatakan, agar tak jatuh ke lubang yang sama, Partai Golkar DKI harus menggelar Musyawarah Daerah Luar Biasa (Musdalub).

"Kesalahan pertama yang dilakukan DPP Golkar adalah menunjuk Rizal Mallarangeng sebagai Plt. Dia ini nggak ngerti cara mengurus partai. Akibatnya suara Golkar hancur-hancuran," kata Ruddin di Jalan Sabang, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (10/7).

Menurut Ruddin, sepatutnya pasca Fayakhun Andriadi lengser sebagai ketua DPD I Partai Golkar DKI, DPP langsung mendorong digelar Musdalub.

"Musdalub ini penting, agar program-program yang sudah ditanamkan Fayakhun untuk membesarkan Golkar DKI dapat terus berjalan dengan baik," ujar Anggota Fraksi Partai Golkar DKI Jakarta ini.

Ruddin menyakini pengganti Fayakhun yang melalui tahapan Musdalub mampu mendongkrak raihan suara Golkar.

"Pengganti Fayakhin lewat Musdalub mungkin raihan kursinya tidak sampai 22 kursi, namun pastinya lebih dari sembilan kursi," tegas Ruddin.

Namun nasi sudah menjadi bubur. Konsep tak jelas yang diusung Rizal Mallarangeng malah membawa Golkar tak mampu berbuat banyak.

"Raihan enam kursi merupakan hasil terburuk yang diraih Golkar di ibukota sepanjang sejarah," tukas Ruddin.

Meski demikian, Ruddin menyarankan agar Musdalub Golkar DKI minimal digelar enam bulan setelah pelantikan anggota DPRD DKI periode 2019-2024 yang rencananya berlangsung pada akhir Agustus mendatang.

"Musdalub nggak usah buru-buru. Santai aja. Minimal enam bulan setelah pelantikan DPRD," cetus Ruddin.

Soal calon nahkoda baru Golkar ibukota, Ruddin memiliki kriteria khusus. Menurutnya, sang calon harus merupakan anggota DPRD, DPR Dapil DKI atau mantan pengurus Golkar DKI.

"Syarat ini penting karena ketua Golkar harus mengerti lapangan dan mau terjun ke bawah," pungkas Ruddin.

Sebelumnya, Senin (8/7), puluhan pemuda yang tergabung dalam Kader Muda Partai Golkar menggelar unjuk rasa di depan gedung DPD Golkar DKI Jakarta, Jl. Pegangsaan Barat, Menteng, Kota Jakarta Pusat. mereka meminta DPP Partai Golkar mencopot Rizal Mallarangeng, dan segera melaksanakan Musdalub.[dod]

Komentar Pembaca
PPSU Bersih-Bersih

PPSU Bersih-Bersih

JUM'AT, 24 MEI 2019 , 01:42:00

Ribuan Jamaah Mensalatkan Ustaz Arifin Ilham

Ribuan Jamaah Mensalatkan Ustaz Arifin Ilham

JUM'AT, 24 MEI 2019 , 01:29:00

20 NGO Hadiri Gathering di Rawamangun

20 NGO Hadiri Gathering di Rawamangun

SABTU, 25 MEI 2019 , 13:35:00