Golkar DKI Optimistis Airlangga Kembali Pimpin Beringin

Politik  SABTU, 13 JULI 2019 , 17:13:00 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Golkar DKI Optimistis Airlangga Kembali Pimpin Beringin

Talkshow Akhir Pekan/RMOL

Dinilai matang berpolitik serta sukses membawa Partai Golkar meraih dua besar dalam Pemilu 2019, Airlangga Hartarto diyakini kembali memimpin parpol berlambang beringin periode 2019-2024. Rencananya Partai Golkar akan menggelar Munas pada Desember mendatang.

"Pak Airlangga adalah sosok yang matang dalam memimpin Partai Golkar," kata Plt Ketua DPD I Partai Golkar DKI Jakarta Rizal Mallarangeng usai Talkshow Akhir Pekan Terhangat bertajuk Golkar di Periode Kedua Jokowi di D'Consulate Cafe & Lounge, Jalan Wahid Hasyim 49-51, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (13/7).

Menurut Rizal, masyarakat bisa melihat realitasnya bahwa Partai Golkar pada kepemimpinan Airlangga Hartarto berjalan stabil, tidak ada gejolak di internal partai.

Ketika ditanya, apakah Presiden Joko Widodo nyaman kepada Airlangga Hartarto sebagai Menteri Perindustrian di Kabinet Kerja, Rizal menjawab diplomatis, agar melihat fakta-faktanya bahwa keduanya berjalan baik.

"Pak Airlangga mendukung penuh kepemimpinan Pak Jokowi, baik pada periode pertama maupun periode kedua," ujar Rizal.

Rizal juga mencontohkan, pada Pemilu 2019, relawan Golkar Jokowi (GoJo) dan relawan Projo berjalan baik dan berjuang memenangkan kembali Joko Widodo sebagai presiden petahana, dan hasilnya Joko Widodo menang.

Rizal yang mendapat tugas baru dari Airlangga Hartarto sebagai Koordinator Bidang Penggalangan Khusus (Korbid Galsus) DPP Partai Golkar menambahkan, Partai Golkar sebagai partai besar juga memiliki potensi yang besar.

Rizal menjelaskan, potensi tersebut adalah, kader partai yang tersebar, baik kader yang menduduki jabatan di eksekutif, kepala daerah, maupun di legislatif di seluruh tingkatan.

"Partai Golkar hasil Pemilu Legislatif 2019 memperoleh 85 kursi di DPR RI dan menjadi partai terbesar kedua setelah PDI Perjuangan," terang Rizal.

Dengan potensi tersebut, menurut Rizal, Partai Golkar tidak perlu minta-minta kursi menteri di kabinet, karena hal itu adalah hak prerogatif presiden.

"Presiden tentunya, memiliki pertimbangan yang menyeluruh untuk menempatkan orang-orang dikabinet. Partai Golkar yang memiliki 85 kursi di DPR RI, masak tidak mendapat kursi di kabinet," pungkas Rizal.[dod]

Komentar Pembaca
Ada Enggar Di Balik Kasus Impor Pangan

Ada Enggar Di Balik Kasus Impor Pangan

SENIN, 16 SEPTEMBER 2019 , 01:14:11

Gerindra Tolak Revisi UU KPK, Ada Apa?

Gerindra Tolak Revisi UU KPK, Ada Apa?

SABTU, 14 SEPTEMBER 2019 , 06:44:37

Jokowi Teruji dalam Hal Kegagalan

Jokowi Teruji dalam Hal Kegagalan

KAMIS, 12 SEPTEMBER 2019 , 00:45:19