Sebelum Menyesal Dibui, Politisi Hanura Ini Sarankan Rian Ernest Minta Maaf

Hukum  KAMIS, 18 JULI 2019 , 11:20:00 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Sebelum Menyesal Dibui, Politisi Hanura Ini Sarankan Rian Ernest Minta Maaf

Muhammad Guntur/Net

Pernyataan Wakil Ketua DPW PSI DKI Jakarta Rian Ernest Tanudjaja soal dugaan adanya politik uang dalam proses pemilihan Wagub DKI Jakarta makin memanas.

Bahkan hari ini Ketua Fraksi Partai Demokrat-PAN DPRD DKI Jakarta Taufiqurrahman berencana mendatangi SPKT Polda Metro Jaya untuk melaporkan Rian Ernest Tanudjaja. Rian terancam dijerat UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Anggota Fraksi Partai Hanura DPRD DKI Jakarta Muhammad Guntur ikut angkat suara menyikapi tuduhan politisi PSI tersebut.

Menurut Guntur, sebelum menyesal masuk bui, Rian disarankan secara terbuka meminta maaf kepada seluruh anggota DPRD DKI Jakarta.

"Kalau bisa gelar konferensi pers, PSI meminta maaf kepada kami. Masa iya kami tidak memaafkan,” kata Guntur di Jakarta, Kamis (18/7).

Dikatakan Guntur, pernyataan Rian yang menuding ada bagi-bagi duit dalam pemilihan Wagub DKI merupakan pernyataan yang menyesatkan.

Sambung Guntur, seharusnya PSI bisa memberikan pendidikan politik terhadap anggotanya, sehingga mereka itu harus berbicara dengan data dan fakta bila ingin diakui dalam perpolitilan Tanah Air.

"Saya hanya bisa menyarankan kepada teman-teman di PSI berpolitiklah secara arif,” cetus Guntur.

Guntur pun mengatakan, kalau pihaknya merasa senang saat ini banyak sekali politisi muda yang mengisi perpolitikan di Indonesia.

"Saya pun berpolitik saat berumur di bawah 30 tahun. Tapi sesama politisi saya hanya bisa mengingatkan silahkan berjuang mencari panggung untuk mendongkrak popularitas tapi harus dijalur politik yang jelas dan santun,” terangnya.

Bahkan disebutkan Guntur, saat ini sudah ada undang-undang ITE yang bisa menjerat siapapun yang menyebarkan berita bohong atau hoaks.

"Menurut kami, politikus PSI ini sudah menyebarkan berita palsu atau hoak sdengan menyebut ada bayaran saat hadir di paripurna wagub tanggal 22 Juli nanti,” papar Guntur.

Disebutkan Guntur, sampai saat ini tidak ada perputaran uang atau bayaran saat menghadiri paripurna nanti.

Kita anggota dewan wajib menghadiri paripurna, karena itu adalah salah satu kewajiban kita sebagai anggota legislatif. Apabila dia berkomentar yang hadir di paripurna wagub nanti karena dibayar itu adalah penghinaan yang menyesatkan,” tutup Guntur.

UU No 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) memang menjadi momok yang sangat menakutkan bagi sebagian orang. Bagaimana tidak, Pasal 27 ayat 3 UU ITE melarang setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan, mentransmisikan membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau dokumen elektronik yang memiliki muatan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik.

Siapa saja yang orang-orang yang pernah terjerat dalam UU ITE dan harus merasakan dinginnya lantai penjara?

1. Prita Mulyasari dipenjara karena curhat soal layanan RS Omni

2. Buni Yani dipenjara karena unggahan video wawancara Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok Ahok soal Al- Maidah ayat 51

3. Ratna Sarumpaet dipenjara karena berbohong soal penganiayaan

4. Baiq Nuril dipenjara karena merekam pelecehan seksual via telepon yang kemudian tersebar

5. Ahmad Dhani dipenjara karena unggahan berisi ujaran kebencian di medsos

Teranyar, seorang perempuan berinisial AF yang meminta tak memasang foto presiden dan wakil presiden di sekolah ditetapkan sebagai tersangka kasus pelanggaran UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Lewat akun Facebooknya, AF yang mengklaim sebagai guru SMPN 30 menggunggah pernyataan yang isinya mengusulkan untuk tidak usah memasang foto Presiden dan Wakil Presiden di sekolah.[dod]

Komentar Pembaca
Ada Enggar Di Balik Kasus Impor Pangan

Ada Enggar Di Balik Kasus Impor Pangan

SENIN, 16 SEPTEMBER 2019 , 01:14:11

Gerindra Tolak Revisi UU KPK, Ada Apa?

Gerindra Tolak Revisi UU KPK, Ada Apa?

SABTU, 14 SEPTEMBER 2019 , 06:44:37

Jokowi Teruji dalam Hal Kegagalan

Jokowi Teruji dalam Hal Kegagalan

KAMIS, 12 SEPTEMBER 2019 , 00:45:19