Terjerat Dugaan Politik Uang, Caleg Gerindra Terpilih Wahyu Dewanto Mundur

Politik  KAMIS, 18 JULI 2019 , 18:34:00 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Terjerat Dugaan Politik Uang, Caleg Gerindra Terpilih Wahyu Dewanto Mundur

Wahyu Dewanto/Ist

Secara tak terduga, Caleg DPRD DKI Jakarta terpilih asal Partai Gerindra Wahyu Dewanto mundur. Padahal Wahyu yang berada di Dapil 8 DKI Jakarta bakal dilantik sebagai wakil rakyat ibukota pada 26 Agustus 2019.

"Ya benar (Wahyu Dewanto) mundur. Tapi kan masih berproses di KPU DKI," kata kuasa hukum DPD Partai Gerindra DKI Jakarta, Yupen Hadi saat dihubungi Kantor Berita RMOLJakarta, Kamis (18/7).

Soal Caleg yang akan menggantikan posisi Wahyu, menurut Yupen, akan dirapatkan di internal Partai Gerindra.

"Nanti akan diputuskan siapa Caleg penggantinya. Dirapatkan dulu," ujar Yupen.

Sebelumnya, Yupen Hadi resmi mencabut laporannya terkait kasus dugaan politik uang yang diduga dilakukan Wahyu Dewanto. Setelah gelar perkara, penyidikan kasus itu pun dihentikan.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan, pelapor Yupen Hadi telah mengirimkan surat bernomor: 026/S/LAHIR-JKT/XI/2019, perihal pencabutan laporan polisi yang ditujukan kepada Kapolda Metro Jaya dan Kasubdit Kamneg Ditreskrimum Polda Metro Jaya, tanggal 16 Juli 2019 kemarin.

"Alasannya karena perkaranya sudah diselesaikan secara musyawarah dalam internal Partai Gerinda yang nama Wahyu Dewanto sudah mengundurkan diri sebagai caleg Partai Gerinda DKI Dapil 8 Jakarta Selatan yang ditujukan kepada KPU DKI Jakarta, sebagaimana surat pernyataan tertanggal 15 Juli 2019 yang dibuat dan ditandatangani oleh Wahyu Dewanto," ujar Argo, Kamis (18/7).

Dikatakan Argo, penyidik juga sudah melakukan pemeriksaan terhadap Yupen Hadi terkait pencabutan laporan polisi itu.

"Sebagaimana yang tertuang dalam BAP (berita acara pemeriksaan) pencabutan laporan polisi," ungkap Argo.

Menurut Argo, setelah melakukan gelar perkara, penyidikan atas kasus itu pun dihentikan. "Telah dilakukan gelar perkara penghentian penyidikan," katanya.

Diketahui, Yupen Hadi melaporkan adanya dugaan politik uang dalam Pemilu 2019, yang diduga dilakukan caleg Wahyu Dewanto. Laporan itu, tercatat dengan nomor LP/3945/VII/2019/PMJ/Ditreskrimum, tanggal 01 Juli 2019 lalu.

Lantaran terkait dengan Pemilu, laporan itu kemudian ditangani Sentra Gakkumdu. Setelah melakukan proses penyelidikan serta penyidikan, pemberkasan pun selesai dan siap dikirim ke Jaksa Penuntut Umum (JPU). Namun, selama ini tersangka tidak pernah memenuhi panggilan pertama dan kedua dari penyidik.

Sejurus kemudian, penyidik membuat surat pengumuman pencarian tersangka Wahyu, sesuai dengan surat edaran Kejagung RI mengenai perkara tindak pidana pemilu dengan nomor: B-1085/E/EJO/02/2019. Surat pengumuman itu sekaligus merupakan pemenuhan persyaratan in absentia agar perkara itu dapat diproses hingga sidang di pengadilan.

Namun belakangan pelapor Yupen Hadi justru mencabut laporannya, sehingga penyidikan kasus ini pun dihentikan.[dod]

Komentar Pembaca
Antisipasi Banjir, DKI Keruk Sungai Dan Cek Pompa

Antisipasi Banjir, DKI Keruk Sungai Dan Cek Pompa

SABTU, 19 OKTOBER 2019 , 17:21:00

Pemprov DKI Gelar Pameran Foto Ruang Ketiga Di Balai Kota
Anies Meninjau Penataan PKL Di CFD

Anies Meninjau Penataan PKL Di CFD

MINGGU, 03 NOVEMBER 2019 , 15:55:00