Serang Hakim, Kuasa Hukum Tomy Winata Harus Disanksi Berat

Hukum  JUM'AT, 19 JULI 2019 , 07:34:00 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Serang Hakim, Kuasa Hukum Tomy Winata Harus Disanksi Berat

Muara Karta/Ist

Kalangan advokat mengecam keras kasus penganiayaan yang dilakukan Desrizal, kuasa hukum Tomy Winata terhadap Ketua Majelis Hakim dan Hakim Anggota Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

Praktisi hukum senior Muara Karta menilai perbuatan Desrizal telah mencederai profesi advokat sebagai officium nobile alias profesi yang mulia dan terhormat.

Karta berpendapat, penganiayaan yang dilakukan Desrizal bukan hanya sebuah Contem of Court (CoC) atau penghinaan terhadap peradilan, tetapi juga telah memenuhi unsur perbuatan tindak pidana berat.

"Pelaku penganiayaan harus dijatuhi sanksi berat. Dia bisa dijerat pasal berlapis, yakni pasal penganiayaan, pasal penghinaan terhadap pengadilan dan penyerangan terhadap petugas," kata Karta melalui keterangan tertulisnya, Jumat (19/7).

Karta melanjutkan, Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) juga sepatutnya melakukan tindakan tegas dan memberikan sanksi yang berat sesuai mekanisme yang diatur pada organisasi advokat tersebut.

"Peristiwa penganiayaan hakim itu merupakan tamparan bagi organisasi advokat," ujar Karta.

Alumnus Fakultas Hukum Universitas Indonesia ini juga mendorong Pengadilan Tinggi mencabut izin serta membatalkan sumpah dari pengacara brutal tersebut.

Karta mengimbau agar seluruh advokat Indonesia menjalankan profesinya dengan baik, termasuk di dalam persidangan maupun di luar persidangan.

"Advokat itu harus bekerja profesional, memakai etika dan keberadaban sebagai professional pengacara," terang Karta.

Karta mendesak agar polisi mengusut tuntas aktor di belakang layar yang menyebabkan Desrizal berani melakukan tindakan memalukan profesi pengacara tersebut.

Diketahui, Desrizal menyerang dua hakim dalam persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Kamis (18/7) sore. Serangan dilakukan menggunakan ikat pinggang di tengah persidangan.

"Kejadian bermula saat majelis hakim tengah membacakan putusan yang mana pada bagian pertimbangan mengurai pada petitum digugat," kata Humas PN Jakarta Pusat, Makmur, lewat pesan pendek, Kamis sore.

Makmur menjelaskan, penyerangan itu terjadi sekitar pukul 16.00 WIB di Ruang Sidang Subekti. Saat itu hakim ketua berinisial HS tengah membacakan putusan. Desrizal berdiri dari kursinya dan mendatangi majelis hakim.

Ia lantas melepaskan ikat pinggang dan menggunakannya untuk menyerang HS. "Penyerangan tersebut sempat mengenai ketua majelis hakim, HS, pada bagian jidat dan sempat mengenai hakim anggota 1, yang mulia DB," kata Makmur.

Usai kejadian itu, Desrizal langsung diamankan oleh petugas keamanan PN Jakarta Pusat. Ia pun dibawa ke kantor Kepolisian Resor Jakarta Pusat dalam rangka pemeriksaan.

"Hakim yang terkena serangan langsung dikawal keamanan PN Jakarta Pusat ke rumah sakit untuk segera visum," ucap Makmur.

Makmur mengaku belum tahu alasan si pengacara menyerang hakim. Penyerangan itu terjadi dalam persidangan gugatan wanprestasi oleh Tomy Winatasebagai penggugat melawan PT Geria Wijaya Prestige, Harijanto Karjadi, Hermanto Karjadi, Hartono Karjadi, PT. Sakautama Dewata, serta Fireworks Ventures Limited sebagai pihak tergugat. Perkara tersebut teregistrasi di PN Jakarta Pusat dengan nomor 223/Pdt.G/2018/PN Jkt.Pst.[dod]

Komentar Pembaca
Antisipasi Banjir, DKI Keruk Sungai Dan Cek Pompa

Antisipasi Banjir, DKI Keruk Sungai Dan Cek Pompa

SABTU, 19 OKTOBER 2019 , 17:21:00

Pemprov DKI Gelar Pameran Foto Ruang Ketiga Di Balai Kota
Anies Meninjau Penataan PKL Di CFD

Anies Meninjau Penataan PKL Di CFD

MINGGU, 03 NOVEMBER 2019 , 15:55:00