FKDM: Polisi Jangan Lamban Usut Pengancam Bunuh Anies

Hukum  SABTU, 27 JULI 2019 , 10:16:00 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

FKDM: Polisi Jangan Lamban Usut Pengancam Bunuh Anies

Pelaku pengancam Anies Baswedan/Ist

Publik mempersoalkan kinerja aparat kepolisian mengusut kasus video yang mempertontonkan seorang pria menebar ancaman akan membunuh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Padahal sudah hampir sepekan video tersebut beredar melalui media sosial.

"Pak Polisi, jangan lamban usut pengancam bunuh Pak Anies," kata Ketua Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) DKI Jakarta, M Rico Sinaga saat dihubungi Kantor Berita RMOLJakarta, Sabtu (27/7).

Menurut Rico, apabila masalah ini tidak segera diusut tuntas, maka berpotensi menjadi preseden buruk di kemudian hari.

'Nantinya bisa saja pelaku lainnya mengancam pejabat publik yang berbeda di negara ini lewat media sosial, karena perbuatannya tidak diproses hukum," ujar Rico.

Rico berpendapat, pelaku pengancam Anies tersebut bisa dijerat dengan Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik atau Undang Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas Undang Undang nomor 11 tahun 2008 atau UU ITE adalah UU yang mengatur tentang informasi serta transaksi elektronik, atau teknologi informasi secara umum.

Rico menambahkan, pihaknya juga sudah mengerahkan ribuan anggota FKDM untuk mencari pria berkacamata pelaku pengancam Anies tersebut.

Seperti diketahui, video itu beredar di media sosial termasuk Youtube sejak beberapa hari lalu.

Di video itu, seorang pria mengenakan kaos abu-abu dan kacamata hitam berbicara sendiri ke arah kamera yang merekamnya.

Pria tersebut berbicara dengan umpatan-umpatan sambil menyebut nama Anies juga Ahok alias Basuki Tjahaja Purnama.

"Kerja enggak becus tapi salahin Ahok. Lu sendiri menyalahgunakan Pergub yang dikeluarkan Ahok. Emangnya Pergub yang dikeluarkan Ahok bisa seenaknya memberikan IMB kepada pengembang. Lu dasar bangs** lu Anies Baswedan," ujar pria tersebut di video.

Selain itu, pria yang berbicara sambil tubuhnya bergoyang-goyang juga mengancam akan membunuh Anies dan beberapa tokoh seperti Habib Rizieq Shihab dan Amien Rais.

"Sayang lu, ada hukumnya. Kalau enggak ada hukum, lu deretan orang- orang yang akan gua bunuh lu, Rizieq Shihab, Amien Rais, termasuk lu (Anies Baswedan)," ujar pria itu.

Menyikapi kasus tersebut, Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Gatot Eddy Pramono mengatakan akan menyelidiki video tersebut.

Gatot mengaku belum mempelajari video itu, namun ia akan memerintahkan tim sibernya untuk menyelidiki lebih lanjut.

"Kita pelajari ya, soalnya saya mau lihat dulu, nanti saya perintahkan dari pada siber saya untuk melakukan penyelidikan," ujar Gatot.

Setelah penyelidikan selesai, Gatot janji akan mengungkapnya ke publik.

"Hasilnya apa nanti kita kabarin," ujar Gatot.

Sementara, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan sudah menerima kiriman video tersebut namun belum sempat melihatnya.

"Saya sudah ada yang ngirimin tapi belum sempat lihat. Apa isinya?" tanya Anies, di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Kamis (25/7) malam.

Namun Anies menilai hal tersebut sebagai bentuk pendapat, pandangan, maupun tanggapan atas dirinya.

"Ya masyarakat bisa menilai sendiri ini adalah sebuah era keterbukaan di mana siapa saja boleh mengungkapkan pendapatnya, pandangannya, tidak ada yang melarang dan kita semua nanti malah bisa memiliki penilaian objektif atas apa yang dikatakan," kata Anies.

Anies pun hingga saat ini belum berniat melaporkan pria yang mengancamnya ke polisi. Ia mengaku santai saja dan tidak merasa terganggu.

"Enggak lah, biasa saja. Saya enggak merasa terganggu dan kita terus kerja urus Jakarta apapun yang dikatakan orang tugas kita adalah menjalankan semua rencana gitu saja," tutup Anies.[dod]

Komentar Pembaca
Ada Enggar Di Balik Kasus Impor Pangan

Ada Enggar Di Balik Kasus Impor Pangan

SENIN, 16 SEPTEMBER 2019 , 01:14:11

Gerindra Tolak Revisi UU KPK, Ada Apa?

Gerindra Tolak Revisi UU KPK, Ada Apa?

SABTU, 14 SEPTEMBER 2019 , 06:44:37

Jokowi Teruji dalam Hal Kegagalan

Jokowi Teruji dalam Hal Kegagalan

KAMIS, 12 SEPTEMBER 2019 , 00:45:19