Gesit Ajak Warganet Lawan Hoax dan Posting Konten Positif

Ragam  SABTU, 27 JULI 2019 , 18:08:00 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Gesit Ajak Warganet Lawan Hoax dan Posting Konten Positif

Hafyz Marshal/Ist

Warganet didorong memberikan kontribusi terhadap suksesnya kemajuan bangsa. Salah satunya melalui perannya ikut mengawal jalannya demokrasi yang konstruktif, terutama di ruang media publik.

Warganet bisa bersinergis memberikan dukungan dan masukan kepada pemerintah secara benar dan tidak bersumber dari basis data hoax, apalagi ikut menyebarkan berita hoax .

Terkait hal tersebut, Gerakan Literasi Terbit (Gesit) akan menggelar diskusi dengan kalangan warganet dan insan media serta eksponen lainnya dengan tema "Gerakan Melawan Hoax dan Posting Konten Positif Untuk Persatuan Indonesia dan Kemajuan Bangsa". Diskusi rencananya di Hotel Mega Menteng, Cikini, Jakarta Pusat, pada Senin (29/7) lusa.

"Peran warganet diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap tumbuhnya optimisme bangsa dalam mensukseskan berbagai program pembangunan nasional. Artinya warganet juga diharapkan dapat menangkal berbagai opini atau konten negatif yang dapat mendistorsi semua kerja keras bangsa dan bahkan dapat memecah belah," Ketua Gerakan Literasi Terbit dan juga Pemred Media Kata Indonesia, Hafyz Marshal melalui keterangan tertulisnya, Sabtu (27/7).

Sementara itu, Zuhairi Misrawi, politisi PDIP yang juga Ketua Baitul Muslimin Indonesia mengatakan, kegiatan yang diinisiasi oleh Gesit harus bisa mengajak warganet untuk menyebarkan narasi positif dan optimis guna merajut persatuan dan menggapai kemajuan bangsa.

"Terlalu bodoh jika ruang media publik hanya dipenuhi oleh berita-berita hoax yang dapat memecah belah bangsa. Padahal bangsa kita punya banyak hal yang dapat diunggulkan," kata Zuhairi.

Sedangkan Mohammad Guntur Romli selaku Influencer sosial media mengatakan, bahwa menjadi warganet harus menjadi warganet yang optimis dan membangun dengan tidak memproduksi hoax maupun membuat konten negatif.

"Untuk itu peran warganet sangat dibutuhkan guna mengawal dan memberikan semangat literasi positif untuk tumbuh kembangnya demokrasi yang konstruktif dalam rangka mensukseskan pembangunan lima tahun kedepan tanpa kegaduhan," kata Guntur.[dod]

Komentar Pembaca
Tiru Cara BG, Siasat Imam Nahrawi Lolos dari KPK

Tiru Cara BG, Siasat Imam Nahrawi Lolos dari KPK

SABTU, 19 OKTOBER 2019 , 23:19:03

Lomba Pacu Jalur Peserta Terbanyak

Lomba Pacu Jalur Peserta Terbanyak

SABTU, 19 OKTOBER 2019 , 14:31:46

Ini Skenario Gerindra Masuk Kabinet

Ini Skenario Gerindra Masuk Kabinet

JUM'AT, 18 OKTOBER 2019 , 21:08:45