Pasca Pemilu, Penyebaran Isu SARA dan Radikalisme Masih Marak

Ragam  SENIN, 29 JULI 2019 , 20:14:00 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Pasca Pemilu, Penyebaran Isu SARA dan Radikalisme Masih Marak

Deklarasi gerakan posting konten positif/Ist

Warganet didorong meningkatkan dan memproduksi konten positif di lini media sosial sebagai wujud partisipasi dan kontribusi mensukseskan pembangunan dan kepemimpinan nasional lima tahun mendatang. Antara lain melalui gerakan melawan dan serta radikalisme di media sosial.

Demikian dikatakan Koordinator Nasional Gerakan Literasi Terbit (Gesit), Hafyz Marshal dalam sebuah diskusi Ballroom Mega Menteng, Jalan RP Soeroso, Cikini, Jakarta Pusat, Senin (29/7).

Pemilu sudah selesai. Saatnya bersatu membangun negeri. Mari bersama melawan hoax dan provokasi yang memecah belah persatuan," kata Hafyz.

Sementara Influencer Sosial Media M Guntur Romli mengatakan, saat ini masyarakat dibuat bingung pasca Pemilu 2019 dengan masih maraknya isu di media sosial, seperti SARA dan radikalisme yang dapat menganggu kondusifitas jagad media publik dan rasa persaudaraan anak bangsa.

"Warganet harus bisa menangkal paham radikalisme dengan Mempromosikan keberagaman dan keunggulan bangsa," ujar Guntur.

Hal senada diungkapkan Anggota DPR dari Fraksi PDIP Zuhairi Misrawi. Ia mengajak warganet membangun opini positif yang menumbuhkan optimisme.

Mari kita rawat persatuan Indonesia dengan berdemokrasi secara konstruktif melalui narasi yang menumbuhkan optimisme bangsa," kata Zuhairi.

Usai diskusi, warganet kemudian bersama-sama mendeklarasikan gerakan posting konten positif.[dod]

Komentar Pembaca