Keterwakilan Perempuan di Parlemen Dinilai Masih Memprihatinkan

Politik  SELASA, 30 JULI 2019 , 09:51:00 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Keterwakilan Perempuan di Parlemen Dinilai Masih Memprihatinkan

Talk Show 'Peran Perempuan Dalam Membangun Jakarta Paska Pilpres 2019'/RMOL

Keterwakilan perempuan di parlemen Indonesia dinilai masih memprihatinkan. Perempuan dinilai masih belum mendapat peran penting di DPR dan DPRD maupun politik itu sendiri.

Anggota Fraksi Partai Gerindra DPRD DKI Jakarta, Endah Setia Dewi Pardjoko mengatakan, keterwakilan perempuan yang masih sangat rendah itu terjadi sejak zaman dahulu. Karena itulah ia mendorong perempuan agar wajib sadar politik.

Padahal menurut Endah, potensi kaum perempuan sama dengan kaum laki-laki sama, jadi perempuan harus berjuang untuk mendapatkan kesetaraan hak berpolitik.

"Meskipun saat ini wanita sudah maju, namun saya berharap kaum perempuan harus lebih maju lagi dan berkiprah untuk turut membangun pemerintahan DKI Jakarta demi tercapainya kenyamanan dan kesejahteraan masyarakat. Dengan demikian kaum perempuan sangat berpengaruh dan menentukan masa depan Ibukota DKI Jakarta ini," kata Endah dialam acara Talk Show bertajuk 'Peran Perempuan Dalam Membangun Jakarta Paska Pilpres 2019' yang digelar PIRA DKI Jakarta dan Lembaga Gerakan Sahabat Perempuan di Hotel Mercure, Jakarta Pusat, Senin (30/7).

Endah juga menyarankan agar perempuan tidak segan untuk ikut berkiprah di bidang politik. Sebab, peran serta perempuan dalam pembangunan di Jakarta bisa lebih maksimal lewat lembaga pemerintahan.

"Dengan banyaknya calon legislatif (caleg) perempuan, menandakan kaum perempuan semakin maju. Kalau memang memiliki kemampuan, integritas dan intelektual untuk bersaing dengan pria, ada baiknya untuk membuktikannya," kata Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta ini.

Pada kesempatan itu Endah juga mengapresiasi tingginya jumlah kader perempuan dari Partai Gerindra yang lolos ke parlemen pada Pileg 2019.

"Meskipun kita (Gerindra) bukan yang terbanyak atau berada di peringkat kedua, tapi kita cukup bangga bisa menghasilkan kader perempuan yang lolos ke parlemen pada Pemilu 2019," ujar Endah.

Hasil Pileg 2019 tersebut juga harus menjadi bahan evaluasi agar pada penyelenggaraan Pileg yang akan datang, hasilnya bisa lebih maksimal lagi.

"Keterwakilan perempuan di parlemen dari hasil Pileg 2019 masih cukup tinggi. PDIP yang terbanyak 11 orang. Lalu diikuti Gerindra, Demokrat dan PSI. Hasil yang dicapai PDIP tersebut perlu jadi perhatian kita semua. Bagaimana sistem pemilihan bisa jadi bahan evaluasi. Sebab saya nilai caleg perempuan PDIP tidak dipindah dari dapilnya. Sehingga mereka bisa maksimal di dapilnya tersebut," ungkap Endah.

Selain ratusan kader PIRA, acara talk show itu juga turut dihadiri Pengamat Politik Siti Zuhro, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik DKI Taufan Bakri, Ketua KPU DKI Jakarta Betty Epsilon Idroos dan Ketua Pira Nasional Susi Barbara.[dod]

Komentar Pembaca
Jangan Karena Cari Keuntungan Label Halal Dihapus

Jangan Karena Cari Keuntungan Label Halal Dihapus

RABU, 18 SEPTEMBER 2019 , 12:31:48

Mengusung Tandu Toapekong Terbanyak

Mengusung Tandu Toapekong Terbanyak

SELASA, 17 SEPTEMBER 2019 , 08:22:15

Ada Enggar Di Balik Kasus Impor Pangan

Ada Enggar Di Balik Kasus Impor Pangan

SENIN, 16 SEPTEMBER 2019 , 01:14:11