Begini Cara Sekda Cairkan Suasana Rapat Bareng BPK

Jakarta  SELASA, 30 JULI 2019 , 20:05:00 WIB | LAPORAN: BONFILIO MAHENDRA WAHANAPUTRA

Begini Cara Sekda Cairkan Suasana Rapat Bareng BPK

Saefullah/RMOL

Kehadiran Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) DKI Jakarta guna melakukan audit di Pemprov DKI membuat rapat tampak tegang.

Kondisi ini diperparah dengan suhu dingin yang berasal dari pendingin udara di Ruang Pola Blok G, Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (30/7).

Rapat dimulai dengan Kepala BPK Perwakilan Provinsi DKI Jakarta, Yuan Candra Djaisin yang membacakan slide terkait integritas dan kode etik para auditor BPK saat melakukan audit.

Pemaparan Yuan adalah memberi tahu bahwa para auditor harus menjaga profesionalitasnya saat bekerja. Salah satunya dengan tidak adanya olahraga bersama dengan PNS, serta melakukan pertemuan diluar kantor BPK dan Balai Kota.

Tentunya hal ini dilakukan untuk menjaga profesionalitas para auditor yang sedang melakukan audit.

Pemaparan Yuan direspon para PNS dengan senyuman dan anggukan kepala.

Namun suasana tegang mendadak cair ketika Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta, Saefullah memberikan pemaparan.

Secara keseluruhan memang Saefullah menyetujui hal-hal yang diwacanakan oleh BPK. Apalagi untuk memajukan kinerja PNS di lingkungan Pemprov DKI Jakarta.

Saefullah yang terkenal dengan sikap humorisnya selalu mencairkan suasana dimanapun dirinya berada.

Seperti saat Saefullah berkomentar soal salah seorang pegawai Pemprov DKI yang terdaftar di BPK sudah meninggal, namun masih terdaftar.

"Tapi tadi bisik-bisik sama Pak Inspektorat, ada dari teman-teman yang akan diperiksa, daftar nama ada yang sudah meninggal," kata Saefullah.

"Kalau mau kirim panggilan, melalui saya saja," tambah Saefullah dan disambut gelak tawa seisi Ruang Pola.

"Ada caranya (pemanggilan orang yang sudah meninggal), kertasnya dibakar, kemudian ditiup," kelakar Saefullah.

Saefullah juga berpesan agar para pegawai di lingkungan Pemprov DKI selalu bekerja dengan baik, meski BPK melakukan audit.

"Kepada SKPD jangan buang bodi, berikan data dan fakta selengkap-lengkapnya. Itu data itu fakta mau menghindar kemana itulah yang sudah kerjakan. Nanti teman-teman auditor akan melakukan pemeriksaan. Jadi suplai data selengkap-lengkapnya jangan sesuatu diumpetin semua apa yang sudah dikerjakan ditampilkan," tutup Saefullah.[dod]

Komentar Pembaca
Ada Enggar Di Balik Kasus Impor Pangan

Ada Enggar Di Balik Kasus Impor Pangan

SENIN, 16 SEPTEMBER 2019 , 01:14:11

Gerindra Tolak Revisi UU KPK, Ada Apa?

Gerindra Tolak Revisi UU KPK, Ada Apa?

SABTU, 14 SEPTEMBER 2019 , 06:44:37

Jokowi Teruji dalam Hal Kegagalan

Jokowi Teruji dalam Hal Kegagalan

KAMIS, 12 SEPTEMBER 2019 , 00:45:19