Megawati: Toleransi dan Demokrasi Tidak Dapat Dipisahkan Dalam Politik

Politik  KAMIS, 08 AGUSTUS 2019 , 17:49:00 WIB | LAPORAN: ARI RAHMAN

Megawati: Toleransi dan Demokrasi Tidak Dapat Dipisahkan Dalam Politik

Kongres V PDI-P di Bali/ist

RMOLJakarta. Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), Megawati Soekarnoputri mengingatkan kader partainya akan pentingnya toleransi dan demokrasi. Pesan tersebut disampaikannya dalam pidato politiknya di Kongres V PDI-P yang berlangsung di Denpasar, Bali, Kamis (8/8).  

"Toleransi dan demokrasi adalah dua hal yang tidak dapat dipisahkan dalam berpolitik. Jika sikap prilaku intoleransi kalian gunakan dalam kampanye pemilihan umum, maka demokrasi Pancasila yang kita cita-citakan akan musnah. Persatuan bangsa akan musnah. Kekuatan bangsa akan musnah. Kejayaan semangat gotong royong akan musnah. Dan, yang nanti tinggal hanyalah teror dan anarki, kekacauan dan kepedihan," kata Mega.

Menurutnya, Kongres V PDIP adalah ruang musyawarah mufakat untuk merumuskan dan memutuskan strategi, yaitu berupa langkah konkret Partai untuk membuhul kembali rasa persaudaran dan semangat kebangsaan.

"Itulah tanggung jawab yang kita pikul sebagai partai politik. Kongres akan memutuskan satu pedoman untuk melakukan evaluasi, sekaligus menjadi ajang konsolidasi Tiga Pilar Partai, yaitu kader partai yang ditugaskan di struktur, legislatif dan eksekutif. Kongres pun akan memutuskan satu pedoman interaksi politik antara partai dan pemerintah, untuk melahirkan sinkronisasi kebijakan politik pembangunan yang etis, ilmiah dan sekaligus ideologis," ujarnya. [rah]

Komentar Pembaca
Ada Enggar Di Balik Kasus Impor Pangan

Ada Enggar Di Balik Kasus Impor Pangan

SENIN, 16 SEPTEMBER 2019 , 01:14:11

Gerindra Tolak Revisi UU KPK, Ada Apa?

Gerindra Tolak Revisi UU KPK, Ada Apa?

SABTU, 14 SEPTEMBER 2019 , 06:44:37

Jokowi Teruji dalam Hal Kegagalan

Jokowi Teruji dalam Hal Kegagalan

KAMIS, 12 SEPTEMBER 2019 , 00:45:19