Bagikan Daging Kurban, Baznas Gunakan Besek Bikinan Mustahik

Sosial  MINGGU, 11 AGUSTUS 2019 , 18:51:00 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Bagikan Daging Kurban, Baznas Gunakan Besek Bikinan Mustahik

Bambang Sudibyo/Ist

Momen Idul Adha tahun ini, Baznas menggunakan besek bambu sebagai tempat daging kurban, karena dinilai ramah lingkungan.

Baznas menggelar kegiatan penyembelihan hewan dalam program Kurban Berdayakan Desa di 43 titik penyaluran di 20 provinsi se-Indonesia. Salah satunya di Desa Jabon Mekar, Kecamatan Parung, Kabupaten Bogor pada Minggu (11/8).

Hadir dalam acara tersebut, Ketua Baznas, Bambang Sudibyo; Anggota Baznas, Mundzir Suparta; Wakil Ketua Baznas Kabupaten Bogor, KH Ubaidillah dan Kepala Desa Jabon Mekar, Ana Yuliana.

Bambang mengatakan, penyembelihan hewan kurban dalam program Kurban Berdayakan Desa ini berlangsung hingga hari tasyrik terakhir untuk melayani para pekurban yang menunaikan ibadahnya di akhir waktu.

"Hingga Hari Raya Idul Adha hari ini, masyarakat masih terus menunaikan kurbannya melalui Baznas. Sehingga kami masih membuka layanan melalui berbagai kanal pembayaran yang tersedia," kata Bambang melalui keterangan tertulisnya.

Di Desa Jabon Mekar, sebanyak 44 ekor kambing dan satu ekor sapi disembelih untuk dinikmati oleh 920 Kepala Keluarga (KK) kurang mampu. Warga dari lima Rukun Warga (RW) hadir di lokasi pemotongan hewan kurban untuk menyiapkan daging yang akan dibagikan kepada warga.

Kambing dan sapi kurban yang disembelih hari ini didatangkan dari para peternak desa di Kabupaten Garut, Jawa Barat. Ini sesuai dengan konsep program Kurban Berdayakan Desa yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa melalui perputaran roda ekonomi yang menguat, peningkatan gizi masyarakat, dan budaya gotong royong yang makin erat. Dengan kesejahteraan yang meningkat, diharapkan dapat berdampak pada meningkatnya pendidikan bagi masyarakat desa.

"Baznas mengembangkan Program Balai Ternak di berbagai daerah sebagai upaya pemberdayaan bagi para peternak desa. Saat ini bukan saja menghasilkan hewan ternak untuk berkurban, namun telah muncul industri-industri turunan seperti usaha pakan ternak, pupuk kompos dan budidaya tanaman hias," kata Bambang.

Dalam kegiatan penyembelihan hewan kurban di Desa Jabon Mekar ini, Baznas turut memperhatikan aspek lingkungan dengan menghindari penggunaan plastik untuk mengemas daging kurban.

"Baznas menggunakan besek bambu sebagai tempat untuk daging. Selain cinta lingkungan, penggunaan besek bambu ini juga mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat desa karena besek ini dibuat langsung oleh mustahik binaan Baznas," kata Bambang.

Dalam program Kurban Berdayakan Desa, turut berkontribusi RTV yang menjadi mitra dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat.[dod]

Komentar Pembaca
Mengusung Tandu Toapekong Terbanyak

Mengusung Tandu Toapekong Terbanyak

SELASA, 17 SEPTEMBER 2019 , 08:22:15

Ada Enggar Di Balik Kasus Impor Pangan

Ada Enggar Di Balik Kasus Impor Pangan

SENIN, 16 SEPTEMBER 2019 , 01:14:11

Gerindra Tolak Revisi UU KPK, Ada Apa?

Gerindra Tolak Revisi UU KPK, Ada Apa?

SABTU, 14 SEPTEMBER 2019 , 06:44:37