M Taufik Tolak ASN DKI Ngantor Dari Rumah

Jakarta  SENIN, 12 AGUSTUS 2019 , 13:22:00 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

M Taufik Tolak ASN DKI Ngantor Dari Rumah

Mohamad Taufik/Ist

Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Mohamad Taufik menolak wacana Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB) yang membolehkan Aparatur Sipil Negara (ASN) di masa yang akan datang bisa bekerja dari rumah.

"Kerja di kantor aja lelet, apalagi kerja di rumah," kata Taufik di Gedung DPRD DKI Jakarta, Senin (12/8).

Taufik mendorong kebijakan Kemenpan-RB tak diberlakukan di Pemprov DKI Jakarta.

"Layanan publik ASN belum maksimal, kok gaya-gayaan ngantor di rumah," ujar politisi Partai Gerindra ini.

Sebelumnya, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) DKI Jakarta Chaidir mengatakan, pihaknya siap mengikuti wacana pemerintah yang ingin membuat kebijakan ASN bekerja bisa dari rumah.

"Itu kan wacana dari KemenPAN-RB. Zaman sekarang sudah City 4.0 ya bisa aja. Yang lebih detail tahu makna tujuannya disana. Kita mah boleh aja, terima aja kalau sudah berlaku," kata Chaidir saat di konfirmasi Senin (12/8).

Pemprov DKI terbuka sifatnya menunggu wancana ini diterapkan. Kata Chaidir pihaknya tak bisa mendahului pemerintah pusat.

"Kita pemerintah daerah nunggu pemerintah pusat. Kalau pusat jalan A ya jalan A.Kan itu baru wacana dari sana. Kita tunggu aja jangan mendahului pemerintah pusat," tegasnya.

Sebelumnya, Deputi Bidang Sumber Daya Manusia Aparatur Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara Reformasi Birokrasi, Setiawan Wangsaatmaja, mengatakan ASN di masa yang akan datang bisa bekerja dari rumah.

"Ciri-ciri dari birokrasi 4.0 lebih efisien, lebih akurat, lebih cepat. Nanti ada fleksibilitas dalam kerja. Kami sedang merencanakan itu. Kerja dari rumah bisa, kerja dari ujung sana juga bisa," kata Setiawan dalam Forum Merdeka Barat di Kemenpan RB, Jakarta, Kamis (9/8).

Setiawan mengatakan, pemerintah sedang mendesain sebuah sistem kerja PNS yang bisa meniru perusahaan rintisan atau startup. Sebab, pemerintah menargetkan pada 2024, sebanyak dua juta atau setengah dari total ASN saat ini sudah diisi oleh pegawai-pegawai berbasis IT.

Karena itu, sejak beberapa tahun belakangan, perekrutan ASN pun menggunakan sistem computerized. Sehingga, calon-calon yang lolos seleksi ASN merupakan orang-orang yang melek teknologi.

Di samping itu, berdasarkan data Global Talent Competitiveness Index 2018, Indonesia berada pada peringkat 77 dari 119 negara. Salah satu kelemahannya karena mendapatkan skor kecil untuk indikator global knowledge skills, khususnya penguasaan IT.

Setiawan meyakini, pegawai ASN yang melek teknologi bakal menjadi tulang punggung pemerintahan. Sebab, birokrasi berkelas dunia memiliki ciri-ciri berintegritas, nasionalisme, profesionalisme, berwawasan global, IT menjadi mutlak, pertambahan bahasa,hospitality, networking, dan enterpreneurship.[dod]

Komentar Pembaca