Soal Uji Coba Perluasan Ganjil Genap, Anies Minta Masukan Masyarakat

Jakarta  SENIN, 12 AGUSTUS 2019 , 15:04:00 WIB | LAPORAN: BONFILIO MAHENDRA WAHANAPUTRA

Soal Uji Coba Perluasan Ganjil Genap, Anies Minta Masukan Masyarakat

Anies Baswedan/RMOL

Pemprov DKI Jakarta melalui Dinas Perhubungan secara resmi melakukan uji coba perluasan ganjil genap (gage) pada Senin (12/8) hingga awal bulan depan.

Dalam fase uji coba, Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mengatakan, pihaknya akan mencoba untuk menampung berbagai masukan dari masyarakat seperti pengguna mobil pribadi yang terkena dampak langsung aturan ini.

"Tentu sekarang lagi masa uji coba. Dari masa uji coba inilah menjaring semua potensi-potensi masalah yang bisa di buatkan solusinya karena ini lagi masa uji coba, bahkan Pergubnya juga belum dikeluarkan," kata Anies di kawasan parkiran IRTI Monas, Jakarta Pusat, Senin (12/8).

Nantinya usai mendapat masukan langsung dari masyarakat akan membantu Pemprov DKI dalam menggodok aturan baku ganjil genap.

Ke depan, penerapan aturan ini bisa bermanfaat pada pengendalian kualitas udara Jakarta, tanpa harus menghambat aktivitas masyarakat.

Kebijakan gage akan dilakukan selama lima hari kerja, yakni Senin sampai Jumat kecuali hari libur nasional.

Ada dua waktu yang dikenakan kebijakan ini, pertama shift pagi mulai pukul 06.00 hingga 10.00 WIB sedangkan shift sore pada pukul 16.00 WIB hingga 21.00 WIB.

Kawasan gage tidak berlaku untuk kendaraan roda dua atau motor dan kendaraan bertegana listrik. Selain itu, pengecualian kebijakan juga akan berlaku bagi kendaraan pemadam kebakaran, kendaraan umum berplat kuning, kendaraan barang yang mmebawa bahan bakar minyak dan bahan bakar gas.

"Berikutnya adalah kendaraan pimpinan tinggi negara. Juga kendaraan dinas operasional kantor pemerintah, TNI dan Polri. Begitu juga dengan kendaraan pimpinan dan lembaga negara asing. Serta lembaga internasional yang menjadi tamu negara. Ini kita kecualikan,” kata Syafrin.

Selanjutnya adalah kendaraan yang memberikan pertolongan korban kecelakaan lalu lintas, dan kendaraan yang mendapat diskresi dari kepolisian misalnya kendaraan yang membawa uang milik Bank tertentu yang akan didistribusikan ke mesin ATM.

Berikut ruas jalan yang terkena perluasan sistem ganjil genap, yaitu: Jalan Pintu Besar Selatan, Jalan Gajah Mada, Jalan Hayam Wuruk, Jalan Majapahit, Jalan Sisingamangaraja, Jalan Panglima Polim, Jalan RS Fatmawati (mulai simpang Jalan Ketimun 1 sampai dengan simpang Jalan TB Simatupang), Jalan Suryopranoto, Jalan Balikpapan, Jalan Kyai Caringin, Jalan Tomang Raya, Jalan Pramuka, Jalan Salemba Raya, Jalan Kramat Raya, Jalan Senen Raya dan Jalan Gunung Sahari.

Sistem ganjil genap juga tetap diberlakukan di ruas jalan yang semula sudah diterapkan kebijakan tersebut, yakni: Jalan Medan Merdeka Barat, Jalan MH Thamrin, Jalan Jenderal Sudirman, sebagian Jalan Jenderal S Parman, dari ujung simpang Jalan Tomang Raya sampai simpang Jalan KS Tubun, Jalan Gatot Subroto, Jalan Jenderal MT Haryono, Jalan HR Rasuna Said, Jalan DI Panjaitan, Jalan Jenderal Ahmad Yani (mulai simpang Jalan Perintis Kemerdekaan sampai dengan simpang Jalan Bekasi Timur Raya).[dod]

Komentar Pembaca
Antisipasi Banjir, DKI Keruk Sungai Dan Cek Pompa

Antisipasi Banjir, DKI Keruk Sungai Dan Cek Pompa

SABTU, 19 OKTOBER 2019 , 17:21:00

Pemprov DKI Gelar Pameran Foto Ruang Ketiga Di Balai Kota
Anies Meninjau Penataan PKL Di CFD

Anies Meninjau Penataan PKL Di CFD

MINGGU, 03 NOVEMBER 2019 , 15:55:00