Setoran Daerah Tak Tercapai, APBD Perubahan Turun Rp 2,5 Triliun

Jakarta  SELASA, 13 AGUSTUS 2019 , 11:50:00 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Setoran Daerah Tak Tercapai, APBD Perubahan Turun Rp 2,5 Triliun

Mohamad Taufik/Net

Pemprov DKI Jakarta bersama DPRD DKI Jakarta mengebut pembahasan perubahan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) 2019. Dalam APBD perubahan ini, pihaknya menurunkan nilai APBD karena penerimaan daerah tidak tercapai.

"Ada pengurangan. Totalnya mencapai Rp 2,5 triliun. Jadi nilai APBD DKI 2019 dalam perubahan ini menjadi Rp 84 triliun karena penerimaan dan deviden tidak tercapai," kata Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Mohamad Taufik, di Gedung DPRD DKI Jakarta, Selasa (13/8).

Wakil Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPRD DKI Jakarta itu menilai, perubahan APBD merupakan hal yang lumrah terjadi. Menurutnya, target penerimaan yang tidak tercapai itu belum bisa dikatakan kinerja Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait jeblok.

"Contohnya, dalam pemilu kemarin kan dianggarkan untuk dua putaran. Ternyata pemilu serentak terjadi satu putaran. Maka, SKPD terkait, termasuk walikota harus mengembalikan anggaran itu. Dan nilai ini disesuaikan dalam APBD perubahan," kata politisi Partai Gerindra itu.

Taufik mengatakan, perubahan APBD bisa dilakukan jika tidak mengganggu tiga hal. Yakni, kinerja SKPD terkait, pelayanan kepada masyarakat, dan pencapaian persentase Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) tercapai dengan baik.

"Saya optimis, pembahasan APBD Perubahan ini bisa selesai tepat waktu. Ini kita lakukan marathon, usai di Banggar langsung pembahasan di komisi-komisi. Kita dalami, apa saja yang mengalami pengurangan, kenapa itu terjadi, nanti di komisi-komisi. Insya Allah, tanggal 22 Agustus bisa tuntas, sebelum anggota DPRD DKI berganti," tutup Taufik.[dod]

Komentar Pembaca