PSI Curigai Anggaran Disparbud Naik Drastis

Politik  SELASA, 13 AGUSTUS 2019 , 14:11:00 WIB | LAPORAN: BONFILIO MAHENDRA WAHANAPUTRA

PSI Curigai Anggaran Disparbud Naik Drastis

Diskusi di DPP PSI/RMOL

Anggota DPRD DKI Jakarta periode 2019-2024 dari PSI yang baru ditetapkan KPU, Idris Ahmad mengomentari rajinnya para anggota DPRD DKI periode 2014-2019 dalam menyusun serta merapatkan Kebijakan Umum Perubahan APBD (KUPA) serta Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) DKI Jakarta Tahun Anggaran 2019.

Idris menyoroti soal rapat kebijakan ini biasanya digelar dan dibahas dalam rapat selama sebulan. Nyatanya DPRD DKI Jakarta kini cepat sekali dalam membahas KUPA-PPAS 2019.

Hal ini memunculkan kekhawatiran politisi PSI dimana ada dugaan permainan anggaran didalam menggarap KUPA-PPAS 2019.

"Ada angaran yang naiknya drastis yakni di Dinas Pariwisata, harusnya ini menjadi perhatian khusus para dewan," kata Idris dalam diskusi bertema "Mendadak Rajin di Akhir Jabatan" di kantor DPP PSI, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Selasa (13/8).

Adanya lonjakan anggaran yang drastis, Idris menilai menyangkut wacana diadakannya balap Formula E di Jakarta.

Kata Idris, selama masuk akal dirinya tidak mempermasalahkan. Namun bila diluar batas, harusnya dewan melakukan evaluasi dan mematikan program yang tidak berjalan.

"Harusnya DPRD evaluasi apa-apa saja yang dievaluasi, apa-apa saja yang harus di harusnya yang nggak berjalan dimatikan," ujar Idris.

Itu sebabnya, Idris bersama PSI ingin menjalankan fungsi pengawasan anggaran kepada publik dengan cara menjalankan fungsi pengawasan dengan baik.

"Ini anggarannya ratusan miliar atau trilun. Mari kita kawal bersama ini jangan-jangan APBD 2019 luput dari pengawasan," tutup Idris.

Diketahui bersama, Sekretaris Daerah DKI Jakarta Saefullah sebelumnya mengatakan, KUPA-PPAS untuk rancangan APBD-P DKI 2019 di angka Rp 86,52 triliun.

"Ada penurunan dari Rp 88,09 triliun, di anggaran perubahan ini akan menjadi Rp 86,52 triliun. Terjadi penurunan Rp 2,55 triliun," ujar Saefullah di Gedung DPRD DKI Jakarta, Jakarta Pusat, Senin (12/8).

Dalam diskusi ini hadir juga Ahmad Misbhakul Hasan Sekjen Seknas FITRA, Lucius Karus Peneliti Formappi.[dod]

Komentar Pembaca