Pasang Singage dan Wayfinding, Anies Serius Garap Angkutan Umum Terintegrasi

Jakarta  RABU, 14 AGUSTUS 2019 , 13:37:00 WIB | LAPORAN: BONFILIO MAHENDRA WAHANAPUTRA

Pasang Singage dan Wayfinding, Anies Serius Garap Angkutan Umum Terintegrasi

Anies Baswedan/Ist

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan secara resmi memasang simbolis signage dan wayfinding di halte Bus Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta Pusat Selasa (13/8) kemarin.

Tujuannya adalah menjadi peta perjalanan transportasi umum di sekitar halte yang dipasang alat ini, sehingga calon penumpang akan mengetahui angkutan apa saja yang mesti digunakan untuk melakukan perjalanannnya.

"Setiap peta mencerminkan semua rute transportasi umum yang melewati halte tersebut jadi tiap halte petanya beda - beda. Tujuannya adalah membuat pengguna kendaraan umum massal di titik manapun dihalte manapun dia tahu harus menggunakan kendaraan umum mana saja," kata Anies.

Dalam pembangunan fase pertama, lanjut Anies, signage dan wayfinding akan dipasang di 28 halte di sepanjang jalan Sudirman - Thamrin.

"Yang fase ini yang pertama ada di 28 halte sepanjang jalan Sudirman - Thamrin tapi nantinya kita akan bangun seperti ini diseluruh halte diseluruh Jakarta di stasiun MRT juga dan anda bisa menemukan itu juga dalam bentuk booklet," ucap Anies.

"Ini akan diletakkan di semua tempat yang kira - kira dibutuhkan dari mulai bandara, stasiun,kafe - kafe mall, restauran, di semua tempat yang berpotensi wisatawan datang maka kita akan tempatkan, termasuk di sekolah-sekolah supaya anak anak kita gunakan kendaraan umum," ujar Anies.

Adanya alat penunjuk dan pembantu semacam ini, besar harapan Anies untuk serius dalam mengintegrasikan semua angkutan umum di Jakarta yang melibatkan berbagai pihak di dalamnya.

"Ini menandakan bahwa integrasi antar moda di Jakarta makin lengkap dan ini dikerjakan sebagai sebuah kolaborasi dengan forum diskusi transportasi Jakarta Pemprov DKI," terang Anies.

Hal ini tentu senada dengan apa yang diucapkan oleh dirinya dalam Talkshom Indonesia Lawyers Club pada Selasa (13/8) malam. Dimana, angkutan umum terintegrasi harus menjadi prioritas, dan justru menempatkan kendaraan pribadi diurutan tetakhir.

"Dibangun pertama adalah untuk nomor 1 jalan kaki, nomor 2 adalah kendaraan bebas emisi ada sepeda ada kendaraan listrik yang ketiga adalah kendaraan umum yang keempat baru kendaraan pribadi. Jadi begitu ada gagasannya, tumbukan dalam bentuk narasi lalu yang dibangun urutnya begitu," tutup Anies.[dod]

Komentar Pembaca