Hipmi Gelar 8 Kuliah Umum dan 3 Debat Terbuka untuk Pilih Ketum

Ekonomi  KAMIS, 15 AGUSTUS 2019 , 14:35:00 WIB | LAPORAN: ARI RAHMAN

Hipmi Gelar 8 Kuliah Umum dan 3 Debat Terbuka untuk Pilih Ketum

Calon Ketum Hipmi/net

Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) bakal menggelar kuliah umum dan debat untuk memilih ketua umum badan pengurus pusat untuk masa bakti 2019 - 2022.

"Debat pertmana telah dilakukan pada 20 Juli lalu di Batam, Kepri dan debat kedua pada 21 Agustus 2019 di Bali dan berikutnya 7 September 2019 di Jakarta," kata Ketua Pengarah Munas XVI Hipmi Anggawira dalamketerangan tertulisa yang diterima redaksi, Kamis (15/8).

Kegiatan tersebut diadakan, lanjutnya, untuk menjabarkan visi misi, ide-ide, gagasan dan konsep-konsep dalam membangun Hipmi selama tiga  tahun ke depan. Adapun jumlah kegiatan yang harus dijalankan hingga Munas adalah delapan kuliah umum di delapan provinsi dan tiga debat terbuka.  

Sebagaimana telah diketahui, terangnya, dari Hasil verifikasi tanggal 25 Mei 2019 lalu, Tim Steering Committee (SC) Hipmi telah menetapkan empat calon yang memenuhi syarat untuk menjadi bakal calon Ketua Umum BPP Hipmi,"

Keempat calon tersebut, yaitu Bagas Adhadirgha (Ketua Bidang Luar Negeri dan Pariwisata BPP Hipmi), Ajib Hamdani (Wakil Bendahara Umum BPP Hipmi), Akbar Buchari (Mantan Ketum BPD Hipmi Sumut yang kini menjadi pengurus BPP Hipmi), dan Mardani H Maming (Wakil Bendahara Umum BPP Hipmi dan mantan Bupati Tanah Bumbu).

Untuk memperoleh kursi nomor satu di Hipmi, keempat calon tersebut akan diseleksi secara ketat yang hasilnya akan diumumkan di puncak Munas Hipmi XVI tanggal 15 September 2019 mendatang.

Menurut Anggawira, dalam rangkaian kegiatan yang telah dijalani keempat bakal calon ketua umum BPP Hipmi tersebut, harus diakui semuanya memiliki konsep dan gagasan yang sangat baik untuk memajukan organisasi profesi pengusaha muda ini menjadi profesional, solid dan mampu menjadi organisasi yang relevan menjawab tantangan perubahan jaman serta memenuhi ekspektasi baik dari anggota dan stakeholder.

"Namun kursi pimpinan hanya satu, dan siapapun nanti yang akan terpilih harapannya dapat membawa Hipmi menjadi lebih baik lagi serta meneruskan estafet kepemimpinan dan keberhasilan program-program sebelumnya sehingga bermanfaat bukan hanya untuk kader dan pengurus melainkan masyarakat luas," ujarnya.

Sementara itu, Ketua Umum Hipmi, Bahlil Lahadalia yang akan segera meletakkan jabatannya di tahun ini memgungkapkan bahwa Hipmi telah melahirkan banyak pemimpin di berbagai bidang bukan hanya di dunia usaha, kepemimpinan di level daerah hingga nasional eksekutif dan legislatif saat ini telah banyak diisi oleh kader-kader Hipmi.

Namun yang lebih penting adalah bagaimana mempersiapkan Hipmi ke depan untuk terus berkontribusi menciptakan pertumbuhan ekonomi yang berkeadilan sesuai Pasal 33 UUD 1945, menjadi tuan tumah di negeri sendiri dan mengejar ketertinggalan dari negara-negara lain di dunia.

Diakui oleh berbagai kalangan, di tangan Bahlil, Hipmi memiliki peran yang lebih dalam mendorong semangat wirausaha kaum muda Indonesia dan menjadi partner strategis bagi pemerintah Jokowi dalam bidang ekonomi.

Saat menghadiri buka puasa bersama Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) bulan Mei 2019 lalu, Jokowi menilai Bahlil Lahadalia adalah pemuda yang cerdas sehingga pantas jika menjadi menteri. Pada Pilpres 2019, Bahlilpun merupakan salah satu pengusaha yang bergabung dalam tim sukses (timses) Jokowi-Ma'ruf Amin. [rah]

Komentar Pembaca