Soal Dugaan Santoso Gelembungkan Suara, Ini Klarifikasi Lengkap Demokrat

Politik  KAMIS, 15 AGUSTUS 2019 , 22:17:00 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Soal Dugaan Santoso Gelembungkan Suara, Ini Klarifikasi Lengkap Demokrat

Anis Fauzan/Ist

Juru Bicara Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Partai Demokrat DKI Jakarta, Anis Fauzan menegaskan, perolehan 34.449 suara yang diperoleh Caleg DPR Dapil DKI Jakarta III Santoso merupakan suara sah. Santoso sendiri sudah dipastikan lolos ke Senayan.

Anis memastikan Santoso tak pernah melakukan pengelembungan maupun pencurian suara.

Anis mengatakan, data DB1 di tingkat kota merupakan hasil rekapitulasi dari tingkat kecamatan yang telah diplenokan hingga kemudian menjadi piagam.

Meskipun ada perwakilan partai yang walk out, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jakarta Utara tetap bisa mengesahkan hasil pleno tersebut.

"Seluruh partai peserta Pemilu memperoleh data yang sama. Jadi, kami memastikan suara yang diperoleh Pak Santoso merupakan suara sah. Artinya, beliau tidak melakukan pengelembungan maupun pencurian suara pasca adanya DB1 itu," kata Anis di Kantor DPD Partai Demokrat DKI Jakarta, Jalan Bambu Apus Raya, Jakarta Timur, Kamis (15/8).

Anis menjelaskan, usai rapat pleno, KPU Jakarta Utara harus menyerahkan salinan kepada partai politik peserta Pemilu, termasuk kepada Partai Demokrat. Sehingga, seluruh partai politik menerima salinan yang sama dan tidak mungkin melakukan perubahan data.

"Saat itu saksi dari partai kami tidak ada yang hadir, tapi ada Ketua Pengurus Anak Cabang, Asep Suhenda yang kemudian diberikan amanah surat itu untuk disampaikan ke Partai Demokrat. Lantaran adanya sejumlah kendala surat itu akhirnya diserahkan kepada Pak Santoso yang kebetulan rumahnya dekat dan merupakan representasi Partai Demokrat DKI karena menjabat sebagai Ketua DPD," terang Anis.

Menurutnya, polemik yang terjadi sejauh ini adalah karena adanya kesalahpahaman saja. Sebab, suara yang diraih Santoso tentu tidak berkorelasi dengan suara yang didapat Sulkarnain yang menjadi Caleg DPRD DKI.

"Pak Santoso menghormati proses hukum yang berjalan, bahkan bersedia hadir saat dimintai keterangan sebagai saksi. Tapi, kami tegaskan beliau belum ditetapkan sebagai tersangka. Kasus ini juga masih dalam tahap penyelidikan, bukan penyidikan," ungkap Anis.

Ia menambahkan, dugaan adanya pencurian dokumen sudah pernah dilaporkan kepada Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) Bawaslu Jakarta Utara.

"Hasilnya, laporan yang disampaikan oleh Sulkarnain dinyatakan tidak memenuhi syarat formil, maka tidak dapat diteruskan. Untuk itu, kami menyayangkan adanya opini sesat yang berkembang dan menyudutkan Pak Santoso," tutup Anis.[dod]

Komentar Pembaca