Kubu Sulkarnain Tantang Santoso Praperadilankan Polres Jakut

Hukum  JUM'AT, 16 AGUSTUS 2019 , 13:43:00 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Kubu Sulkarnain Tantang Santoso Praperadilankan Polres Jakut

Ilal Ferhard/Ist

Kubu Ketua DPC Partai Demokrat Jakarta Utara, Sulkarnain bersikeras bahwa bos Demokrat ibukota, Santoso beserta anak buahnya, Asep Suhanda sudah menyandang status tersangka.

Hal ini berdasarkan surat pemberitahuan perkembangan hasil penyidikan (SP2HP) yang diterima Sulkarnain dari Polres Jakarta Utara pada 30 Juli 2019.

Dalam SP2HP yang beredar di kalangan awak media disebutkan, "Menetapkan status tersangka terhadap terlapor Asep Suhenda dan Santoso serta melakukan pemanggilan sebagai tersangka yang diduga telah melakukan tindak pidana penggelapan dan atau penipuan".

Asep Suhanda dan Santoso diduga melanggar Pasal 372 dan atau Pasal 378 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) juncto Pasal 55 ayat 1 KUHP. Pasal 372 mengatur soal pidana penggelapan. Sementara kasus penipuan dijerat dengan Pasal 378. Hukuman penjara yang diatur dalam masing-masing pasal adalah maksimal empat tahun.

Kasus penghilangan ini dilaporkan oleh Ketua DPC Partai Demokrat Jakarta Utara, Sulkarnain ke Polda Metro Jaya pada 1 Juni 2019. Kasusnya teregistrasi dalam Laporan Polisi nomor LPB/478/K/VI/2019/PMJ/ Resju.

Polda Metro Jaya lalu melimpahkan perkara ini ke Kepolisian Resor Jakarta Utara.

"Santoso dan Partai Demokrat semestinya menghormati institusi kepolisian atas status tersangkanya," kata kuasa hukim Sulkarnain, Ilal Ferhard melalui keterangan tertulisnya kepada Kantor Berita RMOLJakarta, Jumat (16/8).

Ilal menilai Santoso dan pengurus DPD Partai Demokrat DKI tak memahami hukum.

"Semestinya kalau nggak terima penetapan status tersangka, silahkan lakukan praperadilan. Berani nggak," tegas Ilal.

Sebelumnya, Juru Bicara DPD Partai Demokrat DKI Jakarta, Anis Fauzan menegaskan, perolehan 34.449 suara yang diraih Caleg DPR Dapil DKI Jakarta III Santoso merupakan suara sah. Santoso sendiri sudah dipastikan lolos ke Senayan.

Anis juga memastikan Santoso tak pernah melakukan pengelembungan maupun pencurian suara.

Menurutnya, polemik yang terjadi sejauh ini adalah karena adanya kesalahpahaman saja. Sebab, suara yang diraih Santoso tentu tidak berkorelasi dengan suara yang didapat Sulkarnain yang menjadi Caleg DPRD DKI.

"Pak Santoso menghormati proses hukum yang berjalan, bahkan bersedia hadir saat dimintai keterangan sebagai saksi. Tapi, kami tegaskan beliau belum ditetapkan sebagai tersangka. Kasus ini juga masih dalam tahap penyelidikan, bukan penyidikan," ungkap Anis.

Ia menambahkan, dugaan adanya pencurian dokumen sudah pernah dilaporkan kepada Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) Bawaslu Jakarta Utara.

"Hasilnya, laporan yang disampaikan oleh Sulkarnain dinyatakan tidak memenuhi syarat formil, maka tidak dapat diteruskan. Untuk itu, kami menyayangkan adanya opini sesat yang berkembang dan menyudutkan Pak Santoso," tutup Anis.[dod]

Komentar Pembaca
Antisipasi Banjir, DKI Keruk Sungai Dan Cek Pompa

Antisipasi Banjir, DKI Keruk Sungai Dan Cek Pompa

SABTU, 19 OKTOBER 2019 , 17:21:00

Pemprov DKI Gelar Pameran Foto Ruang Ketiga Di Balai Kota
Anies Meninjau Penataan PKL Di CFD

Anies Meninjau Penataan PKL Di CFD

MINGGU, 03 NOVEMBER 2019 , 15:55:00