Anies Koreksi Pertumbuhan Ekonomi Jakarta 6,2 Persen

Ekonomi  SABTU, 17 AGUSTUS 2019 , 09:07:00 WIB | LAPORAN: BONFILIO MAHENDRA WAHANAPUTRA

Anies Koreksi Pertumbuhan Ekonomi Jakarta 6,2 Persen

Anies Baswedan/RMOL

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan membeberkan asumsi makro ekonomi Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta, usai melihat realisasi ekonomi DKI Jakarta sampai triwulan kedua.

Anies menjelaskan, tiga indikator asumsi makro ekonomi yang akan dicapai hingga akhir tahun 2019.

Sesuai dengan indikator pertumbuhan makro ekonomi dibagi menjadi tiga, pertama asumsi makro ekonomi, kedua inflasi dan ketiga nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika.

"Berdasarkan realisasi kondisi makro ekonomi DKI Jakarta dan pelaksanaan APBD sampai akhir Juni 2019, berikut saya jelaskan Rencana Perubahan APBD yang meliputi asumsi makro ekonomi,"kata Anies di Gedung DPRD DKI Jakarta, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Jumat (16/8).

Berdasarkan realisasi, asumsi pertumbuhan yang diproyeksi sebesar 6,60 persen diturunkan menjadi 6,20 persen di Perubahan APBD 2019.

"Asumsi pertumbuhan ekonomi DKI Jakarta yang semula diproyeksikan sebesar 6,60 persen, pada Perubahan APBD 2019 dikoreksi menjadi 6,20 persen. Namun, pertumbuhan tersebut masih lebih tinggi dibandingkan dengan target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,30 persen," ujar Anies.

Lanjut ke indikator kedua inflasi yang diproyeksikan sebesar 3,60 persen menurun menjadi 3,30 persen dan kisarannya sesuai capaian inflasi nasional.

"Sementara itu, inflasi yang semula diproyeksikan sebesar 3,60 persen, pada Perubahan APBD Tahun Anggaran 2019 dikoreksi menjadi 3,30 persen. Angka tersebut berada pada kisaran proyeksi inflasi nasional sebesar 2,50-4,50 persen," jelas Anies.

Terakhir, untuk nilai tukar rupiah batasnya pun diubah yang tadinya Rp 13.500- 13.700, dikoreksi menjadi Rp 15.000, per dollar Amerika mengikuti asumsi nasional.

"Untuk nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika yang semula diproyeksikan pada kisaran Rp.13.500 13.700 per dollar Amerika, pada Perubahan APBD Tahun Anggaran 2019 ini dikoreksi mengikuti asumsi Nasional pada Rancangan Rencana Keria Pemerintah Tahun 2020 sebesar Rp.15.000 per dollar Amerika," tutup Anies.

Semua asumsi ini dikeluarkannya guna menjawab realisasi makro ekonomi Provinsi DKI Jakarta sampai pada triwulan kedua.[dod]

Komentar Pembaca
Mengusung Tandu Toapekong Terbanyak

Mengusung Tandu Toapekong Terbanyak

SELASA, 17 SEPTEMBER 2019 , 08:22:15

Ada Enggar Di Balik Kasus Impor Pangan

Ada Enggar Di Balik Kasus Impor Pangan

SENIN, 16 SEPTEMBER 2019 , 01:14:11

Gerindra Tolak Revisi UU KPK, Ada Apa?

Gerindra Tolak Revisi UU KPK, Ada Apa?

SABTU, 14 SEPTEMBER 2019 , 06:44:37