Gerindra Minta Anies Beberkan Porsi UMKM di Formula E

Jakarta  SENIN, 19 AGUSTUS 2019 , 17:13:00 WIB | LAPORAN: BONFILIO MAHENDRA WAHANAPUTRA

Gerindra Minta Anies Beberkan Porsi UMKM di Formula E

Dwi Ratna/Ist

Fraksi Partau Gerindra DPRD DKI Jakarta mendorong dilakukannya perubahan dalam menyikapi realisasi pertumbuhan makro ekonomi pada triwulan kedua 2019 yang mengalami penurunan dari 6,23 persen menjadi 5,71 persen.

Hal ini disampaikan Anggota Fraksi Partai Gerindra DPRD DKI Jakarta, Dwi Ratna dalam penyampaian Raperda APBD Perubahan Tahun Anggaran 2019 di ruang Sidang Paripurna DPRD DKI Jakarta, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Senin (19/8).

"Mengingat realisasi pertumbuhan ekonomi 2019 yang turun sebesar 5,71 persen pada triwulan II yang pada triwulan I tumbuh sebesar 6,23 persen dan bersamaan dengan pertumbuhan inflasi sebesar 3,49 persen dari sebelumnya 3,01 persen. Serta perubahan Silpa hasil audit BPK tahun 2018 sebesar 9,75 triliun, maka kami berpendapat perubahan APBD 2019 sewajarnya layak dilakukan perubahan," kata Ratna.

Guna menciptakan pertumbuhan perekonomian yang tinggi, pemerintah harus dengan gencar melakukan berbagai upaya agar pertumbuhan makro bisa kembali meningkat di triwulan III dan tahun selanjutnya.

Dalam kesempatan tersebut, Ratna juga meminta Gubernur Anies menjelaskan dengan detail maksud dari pertumbuhan perekonomian yang terjadi saat penyelenggaraan Formula E 2020.

Dimana program ini juga sudah mendapat restu dari Pemerintah Pusat dan Federasi Otomotif Internasional (FIA).

"Dalam hal ini, kami memohon penjelasan kepada saudara gubernur mengenai event (Formula E) tersebut akan mampu menggerakan perekonomian, namun apakah telah disiapkan formulasinya untuk melibatkan UMKM yang sebesar-besarnya di wilayah DKI Jakarta ?" tanya Ratna.

Dalam rapat tersebut turut hadir Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan yang sebelumnya, membacakan realisasi makro ekonomi DKI Jakarta di depan para Anggota DPRD.

"Pada triwulan I 2019, ekonomi Provinsi DKI Jakarta tumbuh sebesar 6,23 persen, sementara pada Triwulan II 2019 turun menjadi 5,71 persen," kata Anies.[dod]

Komentar Pembaca