Ketimbang Urus Pin Emas, PSI Mending Soroti Kasus Sumber Waras, Lahan Cengkareng Dan CSR

Politik  RABU, 21 AGUSTUS 2019 , 13:55:00 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Ketimbang Urus Pin Emas, PSI Mending Soroti Kasus Sumber Waras, Lahan Cengkareng Dan CSR

Inggard Joshua/Net

PSI dinilai sedang mencari panggung dengan sikapnya yang menolak pemberian pin emas untuk Anggota DPRD DKI Jakarta periode 2019-2024. Penolakan itu juga terkesan murahan serta tidak mendasar.

Demikian disampaikan Wakil Ketua DPD Partai Gerindra DKI Jakarta, Inggard Joshua melalui keterangan tertulisnya, Rabu (21/8).

"Pengadaan pin lencana yang terbuat dari emas tersebut bukan barang baru, melainkan sudah dilakukan dari dulu pada saat pelantikan anggota dewan baru," kata mantan Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta ini.

Bahkan, kata Inggard, semua aparatur atau pejabat negara memakai lencana pin yang terbuat dari emas ini. Karena penggunaannya ada aturannya.

"Jadi penggunaan pin ini sesuai dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri). Ukuran masing-masing pin juga sudah ditetapkan sesuai aturan," ujar Inggard.

"Saya kira PSI kalau mau mengomentari sesuatu di media harus tahu persis apa yang akan dikomentari. Jangan asal bicara. Pengadaan pin lencana emas ini kan memang dibuat untuk anggota dewan yang baru terpilih," sambung Inggard.

Inggard pun akhirnya menyebut kalau PSI terkesan hanya ingin mencari panggung ketika menyoroti pengadaan pin lencana anggota dewan.

"Daripada menyoroti persoalan pengadaan pin untuk anggota dewan baru, mending PSI bareng saya untuk mengusut tuntas kasus Rumah Sakit (RS) Sumber Waras, lahan Cengkareng, dan CSR," tegas Inggard.

Inggard yang kembali terpilih kembali menjadi wakil rakyat Jakarta periode 2019-2024 ini mengatakan, kasus RS Sumber Waras adalah kasus besar, dimana hasil investigasi BPK DKI menyebutkan pembelian lahan Sumber Waras merugikan negara hingga Rp191 miliar.

Dalam perkembangannya, ada perubahan nilai kerugian setelah BPK melakukan audit investigasi. Kerugian berkurang menjadi Rp173 miliar.

"Kalau mau cari panggung atau mencari perhatian masyarakat jangan tanggung-tangung. Komentari dan selesaikan kasus RS Sumber Waras yang jelas-jelas sudah merugikan negara,"pungkas Inggard.

Sebelumnya, Wakil Ketua DPW PSI DKI Jakarta, Rian Ernest Tanudjaja menilai pengadaaan pin emas untuk para anggota dewan hanya menghamburkan uang. Untuk itu PSI akan menolak pin emas anggota DPRD DKI Jakarta.

Rian mengatakan anggaran pengadaan pin emas senilai Rp 1,3 miliar bisa dikurangi dengan dengan mengubah bahan emas dengan bahan lebih rendah, seperti kuningan. [dod]

Komentar Pembaca