Lanjutkan Pembangunan Stadion BMW, Anies Diduga Tak Taat Hukum

Hukum  RABU, 21 AGUSTUS 2019 , 17:23:00 WIB | LAPORAN: BONFILIO MAHENDRA WAHANAPUTRA

Lanjutkan Pembangunan Stadion BMW, Anies Diduga Tak Taat Hukum

Stadion BMW/Net

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan dinilai melanggar hukum lantaran masih melaksanakan proses pembangunan Stadion Bersih, Manusiawi, Wibawa (BMW) di kawasan Sunter, Jakarta Utara.

Demikian disampaikan kuasa hukum PT Buana Permata Hijau Damianus Renjaan saat dikonfirmasi, Rabu (21/8).

Anies diketahui tetap menginstruksikan PT Jakarta Propertindo (Jakpro) untuk melanjutkan pembangunan Stadion BMW.

Menurut Damianus, pembangunan tersebut harusnya tidak berlanjut, karena kedua belah pihak sampai saat ini masih melakukan upaya hukum untuk memenangkan sengketa lahan tersebut.

Damianus mengatakan, sebagian lahan itu merupakan milik PT Buana Permata Hijau. Hal ini sesuai keputusan majelis hakim Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta pada 18 Juli 2014.

PTUN mengabulkan gugatan PT Buana Permata Hijau dan membatalkan kedua sertifikat yang diterbitkan Badan Pertanahan Nasional (BPN) pada 2015.

Karena kedua sertifikat itu sudah dibatalakan, Damianus mengatakan, lahan tersebut secara sah milik kliennya. Lalu, apabila Pemprov DKI tetap bersikukuh melakukan pembangunan di lahan seluas 69.472 meter persegi itu, maka perlu ada pembebasan lahan.

"Kita harapkan pemprov taat hukum. Sudah dinyatakan tanah itu milik kita terus kemudian pembangunan dinyatakan batal. Silahkan komunikasi lakukan musyawarah dengan kita silahkan. Jangan pakai cara cara yang melawan hukum lah," kata Damianus.

Disi lain, Jakpro rencananya segera melakukan pembanguan stadion mulai tahun ini dengan menggandeng kontraktor besar seperti PT Wika Gedung, PT Jaya Konstruksi dan PT PP.

"Yang kita tangkap Pemda nih membenarkan sesuatu yang salah, memaksakan sesuatu yang salah. Ini yang kita tangkap, ini yang kita tidak harapkan. Mari kita perbaiki kembali proses pembebasan tanah yang dilakukan secara melawan hukum," pungkasnya.[dod]

Komentar Pembaca
Mengusung Tandu Toapekong Terbanyak

Mengusung Tandu Toapekong Terbanyak

SELASA, 17 SEPTEMBER 2019 , 08:22:15

Ada Enggar Di Balik Kasus Impor Pangan

Ada Enggar Di Balik Kasus Impor Pangan

SENIN, 16 SEPTEMBER 2019 , 01:14:11

Gerindra Tolak Revisi UU KPK, Ada Apa?

Gerindra Tolak Revisi UU KPK, Ada Apa?

SABTU, 14 SEPTEMBER 2019 , 06:44:37