DPR Ragukan RUU Kamtan Siber Rampung Tahun Ini

Polhukam  RABU, 21 AGUSTUS 2019 , 19:35:00 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

DPR Ragukan RUU Kamtan Siber Rampung Tahun Ini

Diskusi publik RUU Kamtan Siber/RMOL

Indonesia menjadi negara ke-34 dari lebih 150 negara di dunia yang rentan kena serangan siber. Namun, Rancangan Undang-Undang Keamanan dan Ketahanan Siber (RUU Kamtan Siber), sebagai payung hukum ternyata digodok secara terburu-buru.

Demikian dikatakan Anggota Komisi I DPR RI Jerry Sambuaga dalam diskusi bertajuk "RUU Kamtan Siber, Tumpang Tindih dan Rugikan Masyarakat?" di D'Consulate Resto & Lounge, Jalan Wahid Hasyim, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (21/8).

Jerry mengaku pesimistis RUU Kamtan Siber disahkan pada tahun ini. Pasalnya hingga kini, RUU Kamtan Siber masih belum selesai dibahas oleh DPR periode 2014-2019.

"Dengan waktu tersisa 1,5 bulan rasanya sulit (rampung) tahun ini," kata Jerry.

Jerry menuturkan pembahasan RUU Kamtan Siber masih dalam tahap pembahasan awal. Menurutnya, RUU Kamtan Siber masih membutuhkan waktu bila ingin disahkan.

Jerry mengungkapkan, DPR juga tidak bisa langsung membahas RUU Kamtan Siber pada periode mendatang. Sebab, kata dia, DPR diisi oleh anggota baru yang belum tentu memiliki pandangan yang sama dengan anggota DPR periode saat ini, khususnya mengenai RUU Kamtan Siber.

"Filosofinya kami di DPR kan, kalau tidak selesai, anggota-anggota nanti baru maka pembahasan dimulai lagi dari awal," ujar Jerry.

RUU Kamtan Siber menjadi usul inisiatif DPR pada awal Juli 2019. Inisiatif ini berangkat dari kebutuhan Indonesia yang dinilai belum memiliki pengaturan memadai terkait strategi keamanan siber karena ada sejumlah keterbatasan dan kelemahan dalam melindungi infrastruktur dan keamanan siber di Indonesia, lantaran ketentuannya masih tersebar di berbagai regulasi.

Diskusi publik juga menghadirkan narasumber Ronald Tumpal (Direktur Proteksi Pemerintah BSSN), Ardi Sutedja (Praktisi IT - Ketua dan Pendiri Indonesia Cyber Security Forum), Dr Yono Reksoprodjo (Pakar Pertahanan dan Keamanan/Dosen Unhan), Prof Richardus Eko Indrajit (Pakar IT/Guru Besar Ilmu Komputer AFBI Institute Perbanas) dan Wahyudi Djafar (Deputi Direktur Riset ELSAM).[dod]

Komentar Pembaca
Mengusung Tandu Toapekong Terbanyak

Mengusung Tandu Toapekong Terbanyak

SELASA, 17 SEPTEMBER 2019 , 08:22:15

Ada Enggar Di Balik Kasus Impor Pangan

Ada Enggar Di Balik Kasus Impor Pangan

SENIN, 16 SEPTEMBER 2019 , 01:14:11

Gerindra Tolak Revisi UU KPK, Ada Apa?

Gerindra Tolak Revisi UU KPK, Ada Apa?

SABTU, 14 SEPTEMBER 2019 , 06:44:37