Tolak Rekonsiliasi, Bamus Betawi Versi Ancol Tetap Gelar Pengukuhan

Ragam  RABU, 21 AGUSTUS 2019 , 21:47:00 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Tolak Rekonsiliasi, Bamus Betawi Versi Ancol Tetap Gelar Pengukuhan

Lambang Bamus Betawi/Ist

Dualisme kepengurusan Badan Musyawarah (Bamus) Betawi, antara kubu Mubes Slipi dengan Mubes Ancol makin meruncing.

Teranyar, Bamus Betawi kubu Ancol pimpinan Zainudin MH alias Oding tetap akan menggelar pengukuhan pengurus di Padepokan Pencak Silat, TMII, Jakarta Timur pada Minggu (25/8) mendatang.

Ketua Generasi Muda Islam Betawi (Gemuis Betawi) Mujahidin mengatakan, masalah Bamus Betawi bukan cuma soal rekonsiliasi, namun persoalan yang mendasar adalah mengembalikan ghiroh dan marwah kebetawian.

"Sangat aneh organisasi adat tertinggi dipimpin.oleh seorang yang tidak jelas nasab kebetawiannya," kata Mujahidin melalui keterangan tertulisnya, Rabu (21/8).

"Di kelompok organisasi adat manapun, belum pernah ada pimpinannya bukan asli kaum atau suku yang diwadahinya," sambungnya.

Kata Mujahidin, belum lagi pengurus intinya banyak sekali yang bukan keturunan Betawi.

Mujahidin menegaskan, Bamus Betawi kubu Ancol juga tidak mengharapkan pengakuan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan karena tujuan pengukuhan bukan untuk meperoleh dana hibah dari Pemprov DKI sebesar Rp 5 miliar per tahun.

"Kita tetap akan menjalankan program kerja tanpa APBD dan tanpa bantuan Pemda DKI yang lebih pro ke Bamus Betawi kubu Slipi pimpinan Haji Lulung. Salah besar kalau perpecahan Bamus Betawi ini karena dana hibah. Itu pemikiran picik dan kapitalis," terang Mujahidin.

Mujahidin yang juga salah satu Ketua Bamus Betawi kubu Ancol sekali lagi menegaskan, modal dasar yang dimiliki adalah dukungan salah satu pendiri Bamus Betawi, yakni Letjen (Purn) Edy Marzuki Nalapraya selaku Ketua Majelis Adat.

Belum lagi dukungan ormas Forkabi dan FBR serta tokoh-tokoh intelektual Betawi lainnya.

Ketua DPD Bamus Jakarta Utara Ichwan Ridwan menyayangkan adanya nota dinas Gubernur DKI Anies Baswedan ke SKPD yang isinya melarang memberikan bantuan dan memfasilitasi Bamus Betawi selain Bamus Betawi pimpinan Abraham Lunggana alias Haji Lulung.

"Anies sangat tahu ada dualisme tapi sebagai pembina tidak berusaha mendamaikan malah condong memihak ke salah satu kubu," sesal Ichwan.

Sebelumnya, Ketua Umum Bamus Betawi, Haji Lulung mengajak seluruh organisasi masyarakat (ormas) Betawi tetap bersatu sebagai organisasi keadatan.

Menurut Haji Lulung, kepengurusan Bamus Betawi di bawah pimpinannya merupakan keputusan Majelis Adat yang merupakan musyawarah tertinggi dan dikuatkan oleh Kementerian Hukum dan HAM.

"Saya tetap mengajak bersatu. Ini kan ditentukan dari musyawarah tertinggi. Ingat, Bamus Betawi bukan lembaga politik, ini lembaga untuk berhimpun masyarakat Betawi. Kalau ada Mubes lagi, berarti dia yang membelah persatuan," kata Haji Lulung di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat, Selasa (20/8).

Haji Lulung mengungkapkan, jika ada pihak yang tidak terima dengan keputusan musyawarah tertinggi bisa bertarung lagi dalam pemilihan ketua umum Bamus Betawi lima tahun ke depan.

Terlebih, katanya, Majelis Adat Bamus Betawi telah dikukuhkan langsung oleh Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan.[dod]

Komentar Pembaca
Mengusung Tandu Toapekong Terbanyak

Mengusung Tandu Toapekong Terbanyak

SELASA, 17 SEPTEMBER 2019 , 08:22:15

Ada Enggar Di Balik Kasus Impor Pangan

Ada Enggar Di Balik Kasus Impor Pangan

SENIN, 16 SEPTEMBER 2019 , 01:14:11

Gerindra Tolak Revisi UU KPK, Ada Apa?

Gerindra Tolak Revisi UU KPK, Ada Apa?

SABTU, 14 SEPTEMBER 2019 , 06:44:37