Deklarasikan #PancasilaPower, Rieke: Indonesia Butuh Haluan Ideologi Pancasila

Ragam  JUM'AT, 23 AGUSTUS 2019 , 10:41:00 WIB | LAPORAN: ARI RAHMAN

Deklarasikan #PancasilaPower, Rieke: Indonesia Butuh Haluan Ideologi Pancasila

Deklarasi #PancasilaPower/ist

Politisi PDIP yang juga seorang aktivis, Rieke Diah Pitaloka mengharapkan turunan undang-undang Sisnas Iptek, terutama Peraturan Pemerintah tentang Haluan Ideologi Pancasila dapat segera diterbitkan. Hal itu disampaikannya mendeklarasikan gerakan kebangsaan #PancasilaPower di Kota Malang, Jawa Timur.

Dalam kesempatan Rieke menyampaikan bahwa Presiden Jokowi telah menandatangani undang-undang yang sangat penting bagi kemajuan Indonesia, yaitu Undang-Undang nomer 11 tahun 2019 tentang Sistem Nasional Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (UU SISNAS IPTEK pada 13 Agustus 2019 lalu.
 
"Dengan berlakunya undang-undang SISNAS IPTEK tersebut, maka pembangunan di Indonesia memasuki satu era baru, kebijakan pembangunan di segala bidang kehidupan harus berbasis pada riset ilmu pengetahuan dan teknologi," katanya dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, Jumat (23/8).

Hal ini itu juga telah di ditegaskan di dalam Pasal 5 huruf (a); Ilmu pengetahuan dan teknologi berperan menjadi landasan dalam perencanaan pembangunan nasional dalam segala bidang kehidupan yang berpedoman pada haluan Ideologi Pancasila.
 
Menurutnya, produk undang-undang ini menjadi penting bagi terwujudnya Indonesia maju, sebagai Negara industri yang mengoptimalkan seluruh sumber daya manusia Indonesia sebagai subyek dalam pembangunan.

Sehingga keberadaan perguruan tinggi yang berorientasi pada penyiapan tenaga terampil dan tenaga ahli yang dibutuhkan dalam pembangunan nasional memegang kunci rencana Presiden Jokowi yang akan memfokuskan pembangunan SDM Indonesia.

Karena sudah saatnya mengoptimalkan dan menghadirkan kebijakan pembangunan yang terencana, terarah, dan terukur untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia.

Rencana dan cita-cita besar tersebut tidak mungkin terwujud tanpa adanya persatuan dan kesatuan bangsa. Oleh karena itu pendekatan #pancasilapower, musyawarah untuk mufakat, menjadi prasyarat utama dalam menyelesaikan setiap persoalan.
 
"Semua pihak sudah saatnya tidak menggunakan cara kekerasan, maupun penanganan yang bersifat represif dalam menghadapi berbagai silang pendapat. Oleh karena itu merupakan suatu kebutuhan yang mendesak bagi bangsa Indonesia untuk memiliki pedoman terkait haluan ideologi pancasila," katanya.

Semetara itu, Doktor Nurcholis Sunuyeko, Rektor IKIP Budi Utomo menekankan perlunya menjalanknan Lima prinsip Ke-Budiutama-an, yaitu Keindonesiaan, Kepedulian, Kemanfaatan, Kepatuhan, dan Kepatutan penting menjadi konsensus bersama untuk mewujudkan Malang Aman, Malang Nyaman dan Malang untuk semua.

"Hal ini penting karena Malang adalah salah satu kota pelajar di Indonesia. Tidak kurang 400.000 mahasiswa dari seluruh Indonesia belajar di berbagai perguruan tinggi di Kota Malang," katanya. [rah]


Komentar Pembaca
Mengusung Tandu Toapekong Terbanyak

Mengusung Tandu Toapekong Terbanyak

SELASA, 17 SEPTEMBER 2019 , 08:22:15

Ada Enggar Di Balik Kasus Impor Pangan

Ada Enggar Di Balik Kasus Impor Pangan

SENIN, 16 SEPTEMBER 2019 , 01:14:11

Gerindra Tolak Revisi UU KPK, Ada Apa?

Gerindra Tolak Revisi UU KPK, Ada Apa?

SABTU, 14 SEPTEMBER 2019 , 06:44:37