Sejak Zaman Orba, Bamus Betawi Dipaksa Jadi Gerbong Parpol Pendukung Rezim

Ragam  JUM'AT, 23 AGUSTUS 2019 , 22:33:00 WIB | LAPORAN: BONFILIO MAHENDRA WAHANAPUTRA

Sejak Zaman Orba, Bamus Betawi Dipaksa Jadi Gerbong Parpol Pendukung Rezim

Mathar Kamal dan Ridwan Saidi/Ist

Terbelahnya Badan Musyawarah (Bamus) Betawi menjadi kubu Abraham Lunggana alias Haji Lulung dan Zainuddin MH alias Haji Oding, makin membuktikan bahwa organisasi kebetawian itu dibentuk untuk kepentingan politik, seperti masa Orde Baru (Orba). Artinya, selama berdiri sejak 1982, Bamus Betawi dipaksa menjadi gerbong partai politik pendukung rezim yang berkuasa.

Demikian disampaikan Pegiat Budaya Betawi Mathar Kamal melalui keterangan tertulisnya kepada Kantor Berita RMOLJakarta, Jumat (23/8).

Mathar mengungkapkan, senyatanya masyarakat Betawi, khususnya golongan orang tua, mengetahui bahwa Bamus Betawi didirikan untuk memberangus Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

Apalagi sejak Orba berkuasa, Partai Kabah seringkali menyulitkan parpol penguasa berjaya di ibukota.

"Sehingga sangat wajar, orang Betawi potensial dengan karya dan niat mengangkat harkat martabat Betawi nggak mau ikutan Bamus Betawi," kata Mathar.

Mathar juga berpendapat, sejak semula, Bamus Betawi hanya berisi orang-orang yang berkepentingan pribadi atas nama partai politik yang berkuasa.

Menurut Mathar, seharusnya Bamus Betawi diisi oleh tokoh-tokoh Betawi yang memiliki integritas kebetawian berdasarkan karya nyata.

Justru banyak tokoh Betawi yang menjadi orang hebat tanpa label Bamus Betawi. Misalnya DR.Ichsanuddin Noersy. Prof.DR Bahrullah Akbar dan Prof.DR Dailami Firdaus.

Mathar mengungkapkan, Bamus Betawi sangat berbeda dengan Perkoempoelan Kaoem Betawi yang didirikan MH Thamrin. Pasalnya, mereka mengalasi kegiatan dengan intelektualitas.

"Jelas yang diperjuangkan Perkoempoelan Kaoem Betawi untuk kemajuan orang Betawi, bahkan dengan pikiran, waktu, tenaga dan duit mereka sendiri," ujar Wakil Ketua Yayasan Renaissance ini.

Atas dasar itulah, Mathar mengusulkan keanggotaan Bamus Betawi bukan lagi ormas melainkan personal.

"Ormas Betawi silahkan berdiri dengan persyaratan ketat. Nanti Bamus Betawi hanya jadi pendamping dalam hubungan ormas dengan Pemprov DKI Jakarta," tutup Mathar.[dod]

Komentar Pembaca
Mengusung Tandu Toapekong Terbanyak

Mengusung Tandu Toapekong Terbanyak

SELASA, 17 SEPTEMBER 2019 , 08:22:15

Ada Enggar Di Balik Kasus Impor Pangan

Ada Enggar Di Balik Kasus Impor Pangan

SENIN, 16 SEPTEMBER 2019 , 01:14:11

Gerindra Tolak Revisi UU KPK, Ada Apa?

Gerindra Tolak Revisi UU KPK, Ada Apa?

SABTU, 14 SEPTEMBER 2019 , 06:44:37