Pemilihan RW 02 Roa Malaka Panas, Calon Petahana Kembali Raup Suara Terbanyak

Jakarta  JUM'AT, 30 AGUSTUS 2019 , 15:41:00 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Pemilihan RW 02 Roa Malaka Panas, Calon Petahana Kembali Raup Suara Terbanyak

Pemilihan RW 02 Roa Malaka/Ist

Pemilihan Ketua RW 02 Kelurahan Roa Malaka, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat yang sempat memanas akhirnya berakhir. Calon petahana Wiyono Djaya kembali terpilih dengan meraup 42 suara, sementara pesaingnya, Jonson Tjandra mengantongi lima suara.

Pesta demokrasi wilayah RW itu berlangsung pada Senin (26/8) malam di Kelurahan Roa Malaka. Tercatat ada 62 orang yang masuk daftar pemilih tetap, sementara yang mencoblos 47 orang.

"Tingkat partisipasi warga mencapai 75,8 persen," kata Sekretaris Kelurahan Roa Malaka, Danur Sasono melalui keterangan tertulisnya, Jumat (30/8).

Danur menjelaskan, warga yang mempunyai hak pilih adalah kepala keluarga (KK) yang bertempat tinggal dan berdomisili di RW 02 serta lolos verifikasi oleh masing- masing Ketua RT.

Danur mengatakan, proses Pemilihan RW 02 sudah sesuai Pergub DKI Jakarta No 171 Tahun 2016 tentang Pedoman Rukun Tetangga dan Rukun Warga.

Menurut Danur, calon petahana juga rutin menempel laporan pertanggungjawaban (Lpj) di papan pengumuman RW setiap bulannya.

"Proses pemilihan dilaksanakan dalam Forum RW sesuai dengan Tatib yang telah disepakati. Tidak ada agenda acara makan-makan atau bagi-bagi uang," ujar Danur.

Sementara Ketua RW 02 terpilih Wiyono Djaya mengajak seluruh warga bersama-sama membangun wilayah.

"Ayo kita Rukun Warga sesuai namanya, jangan memecah belah persatuan, kita bangun wilayah bersama, kita dukung program pemerintah," kata Wiyono.

Secara terpisah, juru bicara warga RW 02 Ayung menilai tahapan Pemilihan Ketua RW 02 sarat kecurangan.

"Pemilihan melanggar Pergub DKI Jakarta No 171 Tahun 2016," tegas Ayung.

Ayung menduga pemilihan berdasarkan KK yang sudah ditunjuk dan diatur sama oleh kubu calon petahana.

"Ada warga yang mempunyai rumah disana dan punya KK tidak diperbolehkan memilih. Sedangkan mantan warga yang punya KTP dan KK disana tidak mempunyai rumah bisa ikut memilih," tegas Ayung.

"Bahkan Lpj selama Wiyono Djaya menjabat dan harus diumumkan tiap enam bulan sekali kepada masyarakat tidak pernah ada," tegas Ayung.[dod]

Komentar Pembaca
Antisipasi Banjir, DKI Keruk Sungai Dan Cek Pompa

Antisipasi Banjir, DKI Keruk Sungai Dan Cek Pompa

SABTU, 19 OKTOBER 2019 , 17:21:00

Pemprov DKI Gelar Pameran Foto Ruang Ketiga Di Balai Kota
Anies Meninjau Penataan PKL Di CFD

Anies Meninjau Penataan PKL Di CFD

MINGGU, 03 NOVEMBER 2019 , 15:55:00