Salah Pilih Menkumham Dan Jaksa Agung, Penegakan Hukum Era Jokowi Dapat Skor 5

Hukum  MINGGU, 01 SEPTEMBER 2019 , 18:05:00 WIB | LAPORAN: RMOL NETWORK

Salah Pilih Menkumham Dan Jaksa Agung, Penegakan Hukum Era Jokowi Dapat Skor 5

Presiden Jokowi/Ist

Penegakan hukum dan pemberantasan korupsi era Jokowi dinilai berada tepat pada garis merah. Bisa dikatakan selama kepemimpinan Jokowi proses penegakan hukum sangat buruk.

"Saya pikir angka 5 sudah tertinggi dalam penegakan hukum dan pemberantasan korupsi," ujar pengamat politik, Arif Susanto di Kantor Formappi, Matraman, Jakarta, Minggu (1/9).

Arif menyebutkan, penegakan hukum di Indonesia menjadi buruk karena Jokowi salah memilih orang dalam menempati kursi Menteri Hukum dan HAM dan juga Jaksa Agung.

"Asal usul buruknya capaian penegakkan hukum dan pemberantasan korupsi, pertama pilihan terhadap Menteri Yasonna Laoly dan Jaksa Agung Prasetyo," jelasnya.

"Dua figur bukan hanya punya afiliasi politik yang sangat kuat dengan partai politik, tetapi juga tidak punya catatan memadai dalam kerangka penegakan hukum dan pemberantasan korupsi," urainya.

Diketahui, Yasonna Laloly merupakan kader PDI Perjuangan. Jaksa Agung dijabat oleh M. Prasetyo, sebelumnya adalah legilator dan kader Partai Nasdem.

Akibatnya, kata Arif, hampir lima tahun pemerintah Jokowi berjalan. Selama itu juga penegakan hukum minim prestasi dan kondisi demikian berbanding terbalik dengan semangat Nawacita yang digaungkan Jokowi.

"Padahal agenda nawacita luar biasa, penegakan hukum dan pemberantasan hukum menjadi top priority, tapi malah aspek itu jadi yang paling mandeg," tukasnya.[dod]

Komentar Pembaca
Jangan Karena Cari Keuntungan Label Halal Dihapus

Jangan Karena Cari Keuntungan Label Halal Dihapus

RABU, 18 SEPTEMBER 2019 , 12:31:48

Mengusung Tandu Toapekong Terbanyak

Mengusung Tandu Toapekong Terbanyak

SELASA, 17 SEPTEMBER 2019 , 08:22:15

Ada Enggar Di Balik Kasus Impor Pangan

Ada Enggar Di Balik Kasus Impor Pangan

SENIN, 16 SEPTEMBER 2019 , 01:14:11