Gara-gara Tolak Berikan Buku Polis, Dirut Asuransi Dipidanakan

Hukum  SELASA, 03 SEPTEMBER 2019 , 09:10:00 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Gara-gara Tolak Berikan Buku Polis, Dirut Asuransi Dipidanakan

Dirut perusahaan asuransi dipidanakan/Ist

Seorang nasabah asuransi berinisial TJ mempidanakan Direktur Utama sebuah perusahaan asuransi (AL), JJ L ke Polda Metro Jaya karena menolak memberikan buku polis yang menjadi haknya.

Nasabah TJ sudah 2 tahun membayar premi setiap bulannya Rp2 juta. Namun buku polis yang menjadi haknya tidak pernah diterima dan setiap ditanyakan ke agen tidak jelas jawabannya.

Ketika datang ke customer service asuransi AL, dan diterima oleh seorang pegawai bernama Aljabar, dikatakan bahwa buku polis tidak bisa diberikan.

Menurut Aljabar, nasabah diminta untuk terlebih dahulu membuat surat keterangan kehilangan kepolisian. Padahal buku polis tidak pernah hilang melainkan tidak pernah diterima.

Ketika berkonsultasi ke Polres Jakarta Selatan, petugas menolak memberikan surat keterangan kehilangan karena buku polis tidak hilang tetapi tidak pernah diterima.

Padahal buku polis sangat diperlukan ketika nasabah mau mengajukan klaim penyakit kritis atau meninggal.

Sebagai nasabah, TJ dirugikan karena dengan tidak mendapatkan buku polis maka dia tidak tahu produk dan manfaat apa yang dibeli dan apa syarat dan ketentuan yang diperjanjikan.

Kuasa hukum TJ dari Law Firm LQ Indonesia, Alvin Lim mengatakan, bahwa tidak memberikan buku polis ada pidananya di pasal 75 UU No 40 Tahun 2014 tentang Perasuransian, dengan ancaman pidana 5 tahun penjara.

"Pasal 75 menyatakan bahwa setiap orang yang tidak memberikan informasi atau memberikan informasi tidak benar, palsu atau menyesatkan kepada pemegang polis atau tertanggung dipidana penjara 5 tahun," kata Alvin melalui keterangan tertulisnya, Selasa (3/9).

"Ketika kami menanyakan apakah penolakan ini pribadi customer service atau perintah atasan, jawaban dia aturan dari atasan yang dibuat oleh direksi perusahaan," sambungnya.

Kata Alvin, dalam sebuah PT menurut UU Perseroan, penanggung jawab adalah direktur utama sehingga direktur utama, direktur operasional dan customer service ikut dimasukkan sebagai pihak terlapor.

Alvin mengatakan, sebelum melaporkan, LQ Lawfirm sudah mensomasi dirut AL dan meminta agar dirut mau mencetakkan buku polis nasabahnya, tapi tidak digubris.

"Kami lampirkan bukti surat pernyataan dimana pemegang polis diminta buat surat pernyataan tidak menerima buku polis dan ditolak haknya atas dicetakkan buku polis asli dan diterima oleh Aljabar," pungkas Alvin.[dod]

Komentar Pembaca
Jangan Karena Cari Keuntungan Label Halal Dihapus

Jangan Karena Cari Keuntungan Label Halal Dihapus

RABU, 18 SEPTEMBER 2019 , 12:31:48

Mengusung Tandu Toapekong Terbanyak

Mengusung Tandu Toapekong Terbanyak

SELASA, 17 SEPTEMBER 2019 , 08:22:15

Ada Enggar Di Balik Kasus Impor Pangan

Ada Enggar Di Balik Kasus Impor Pangan

SENIN, 16 SEPTEMBER 2019 , 01:14:11