Ketimbang Urusi Mobil Mewah, Jokowi Mendingan Berhentikan Menteri Yang Naikan BPJS

Nasional  KAMIS, 05 SEPTEMBER 2019 , 16:38:00 WIB | LAPORAN: RMOL NETWORK

Ketimbang Urusi Mobil Mewah, Jokowi Mendingan Berhentikan Menteri Yang Naikan BPJS

Presiden Jokowi/Ist

Setelah merencanakan menaikan iuran BPJS Kesehatan dan tarif dasar listrik (TDL), Presiden Joko Widodo kembali menjadi sorotan dengan wacana pemberian fasilitas kendaraan baru kepada menteri Kabinet Kerja jilid II.

Sebagian publik menilai permasalahan kenaikan iuran BPJS Kesehatan dan tarif listrik jauh lebih penting, dibandingkan urusan kendaraan mobil dinas baru Toyota Crown 2.5 HV G-Executive untuk para pembantu Jokowi.

Pengamat Politik Hendri Satrio mengatakan, sudah menjadi hal yang biasa dalam politik, ketika sudah terpilih maka perlahan harga-harga dinaikan.

"Di politik memang begitu, ketika baru kepilih harga-harga naik, tetapi kalau ada pemilihan lagi ya diturunkan harganya," kata Hendri saat dihubungi Kantor Berita Politik RMOLJakarta, Kamis (5/9).

Founder lembaga survei Kedai Kopi ini mengatakan, untuk persoalan kenaikan iuran BPJS Kesehatan dan listrik memang merepotkan.

Menurutnya, pemerintah seharusnya ada opsi lain sebelum menaikannya. "Kalau naikan harga itu kan cara paling mudah ya. Jangan kayak gitu dong" ujarnya.

Hendri menyarankan Presiden Jokowi mengganti dulu menteri-menteri yang terkait dalam persoalan tersebut.

"Suruh dia pecahkan masalahnya. Kalau nggak bisa barulah naikan. Tetapi menaikan itu adalah opsi paling terakhir. Ganti dulu menterinya," tegas Hendri.

"Kan Pak Rizal Ramli juga sudah memberikan masukan. Ya sudah panggil lah beliau. Pasti Pak Rizal seneng bisa mengabdi kepada negara," pungkas Hendri.[dod]

Komentar Pembaca
Jangan Karena Cari Keuntungan Label Halal Dihapus

Jangan Karena Cari Keuntungan Label Halal Dihapus

RABU, 18 SEPTEMBER 2019 , 12:31:48

Mengusung Tandu Toapekong Terbanyak

Mengusung Tandu Toapekong Terbanyak

SELASA, 17 SEPTEMBER 2019 , 08:22:15

Ada Enggar Di Balik Kasus Impor Pangan

Ada Enggar Di Balik Kasus Impor Pangan

SENIN, 16 SEPTEMBER 2019 , 01:14:11