Anggota DPRD DKI: Warga Penggilingan Perlu TPU Baru

Politik  RABU, 11 SEPTEMBER 2019 , 22:34:00 WIB | LAPORAN: ARI RAHMAN

Anggota DPRD DKI: Warga Penggilingan Perlu TPU Baru

TPU Penggilingan, Jakarta Timur/ist

Tempat Pemakaman Umum (TPU) Penggilingan, Jakarta Timur dinilai sudah tidak mampu lagi untuk menampung pemakaman warga sekitar TPU itu, yang meninggal dunia.

Untuk itu, Pemda harus secepatnya menyediakan lahan baru guna menampung pemakaman warga Pengilingan dan sekitarnya yang setiap hari ada saja yang meninggal dunia. Hal ini disampaikan Syahroni, anggota DRPD DKI dari Fraksi PAN usai meninjau TPU Penggilingan, Rabu (11/9).

"Jadi yang dimakamkan di sini sekarang ini sistim tumpuk dan apabila ada warga yang meninggal namun tidak ada keluarganya yang terlebih dahulu dimakamkan di TPU ini, maka jenazah yang bersangkutan tidak bisa dimakamkan di sini. Mereka harus mencari TPU lain. Ini yang harus dan sangat kita perhatikan," kata Syahroni, anggota DPRD yang terpilih dari Dapil 4 Cakung, Penggilingan Jakarta Timur ini.

Sesuai take line-nya Gubernur  DKI, lanjut dia, yaitu "Maju Kotanya Bahagia Warganya", maka ketersediaan tempat pemakaman adalah salah satu hal yang sangat penting sekali. Pasalnya, setiap hari pasti ada yang berpulang ke Rahmattullah tapi di Penggilingan ini lahan TPU-nya sudah overload. Akibatnya, yang tidak ada keluarganya yang dikuburkan terlebih dahulu tidak bisa di makamkan di TPU tersebut.

"Yang saya perjuangkan ini merupakan salah satu janji kampanye waktu Pemilu kemarin, ada beberapa PR (Pekerjaan Rumah) yang menurut saya sangat urgent yaitu masalah pemakaman. Saya ingin seperti Pak Anies (Gubernur DKI) juga, jadi pejabat yang bisa memenuhi janji-janjinya saat kampanye secepatnya," ungkap Syahroni

Sementara itu, Kepala Satuan Pelaksana TPU  Zona 19 Jakarta Timur, Muhaemin juga mengamini apa yang disampaikan Syahroni. Ia mengungkapkan, daya tampung TPU PIK Penggilingan, Jaktim saat ini memang sudah over load.TPU seluas 1,2 hektar tersebut mestinya hanya bisa menampung 2.100 petak makam. Tapi kini jumlah petak makam yang ada sudah mencapai 6.302.

"Jumlah petak makam di sini memang sudah overload dan saat ini hanya bisa melayani pemakaman tumpang. Bagi warga yang tidak bisa sistem tumpang karena belum ada anggotanya keluarganya yang dimakam di TPU ini, maka kami rujuk ke TPU Layur, yang kondisinya juga kurang lebih sama," katanya.

Sebetulnya, ungkap Muhaemin, pihaknya sudah mengusulkan ke Pemda agar disediakan lahan pemakaman baru, namun sampai saat ini belum ada solusinya. Untuk itu, dia berharap agar Syahroni yang juga warga setempat dan sekarang menjadi anggota dewan dapat membantu agar harapan warga tersebut secepatnya bisa dipenuhi.

"Sebelumnya kami bersama LMK se-Kelurahan Penggilingan bersama warga pernah mengajukan sebuah lahan dekat RPTRA Pulo Indah seluas 8.000 meter. Sudah ditindak lanjuti oleh kepala dinas tapi ditolak oleh masyarkat setempat karena aksesnya dekat dengan pemukiman warga,"ujar Muhaimin.

"Kami berharap Pemda segera memperhatikan Polemik TPU di Penggilingan ini, sehingga kebutuhan pemakaman terlayani dengan baik dan warga Betawi di sini pun tidak usah jauh-jauh memakamkan sanak keluarganya lagi. Setiap harinya kurang lebih ada 12 jiwa yang meninggal dunia yang harus disediakan tempat pemakamannya," tandas dia. [rah]

Komentar Pembaca
Jangan Karena Cari Keuntungan Label Halal Dihapus

Jangan Karena Cari Keuntungan Label Halal Dihapus

RABU, 18 SEPTEMBER 2019 , 12:31:48

Mengusung Tandu Toapekong Terbanyak

Mengusung Tandu Toapekong Terbanyak

SELASA, 17 SEPTEMBER 2019 , 08:22:15

Ada Enggar Di Balik Kasus Impor Pangan

Ada Enggar Di Balik Kasus Impor Pangan

SENIN, 16 SEPTEMBER 2019 , 01:14:11