Hasil Lelang Proyek Stadion BMW Digugat, Ini Kata Kadin

Jakarta  KAMIS, 12 SEPTEMBER 2019 , 05:46:00 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Hasil Lelang Proyek Stadion BMW Digugat, Ini Kata Kadin

Stadion Taman BMW/Ist

Hasil lelang proyek pembangunan Jakarta International Stadium (JIS) di Taman BMW atau yang dikenal sebagai Stadion BMW, Jakarta Utara yang memenangkan konsorsium Wijaya Karya (Wika) Gedung-Jaya Konstruksi-PT Pembangunan Perumahan (PP) diprotes oleh pihak konsorsium lawan, yakni Adhi Karya-Hutama Karya-Nindya Karya-Indah Karya.

Salah satu sorotan dari konsorsium Adhi Karya-Hutama Karya-Nindya Karya-Indah Karya adalah penawaran harga Kerja Sama Operasi (KSO) dari pihaknya yang lebih murah dibandingkan KSO antara Wika Gedung-Jaya Konstruksi-PT PP.

Adapun KSO Adhi Karya-Hutama Karya-Nindya Karya menawarkan harga Rp 3,78 triliun. Sedangkan penawaran harga KSO Wika Gedung-Jaya Konstruksi-PT PP adalah sebesar Rp 4,08 triliun.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Umum Kamar Dagang Dan Industri (Kadin) Jakarta Pusat RH. Victor Aritonang mendukung keputusan PT Jakpro yang memenangkan PT Wika dalam tender proyek pembangunan stadion markas klub Persija Jakarta tersebut. Sebab, PT Jakpro sudah menjalankan proses tender sudah sesuai prosedur.

"Saya mendukung Jakpro dan menyayangkan PT Adhi Karya yang berusaha merebut proyek dari sesama perusahaan BUMN (PT Wika)," kata Victor Aritonang dalam siaran persnya, Kamis (12/9).

Victor berharap agar ke depan tidak ada praktik-praktik tidak fair, berebut proyek antar BUMN.

"Pak Gunernur Anies juga kecewa, terhadap BUMN yang berusaha berebut proyek di wilayah DKI Jakarta. Padahal sudah ada aturan aku dalam tender," kata pengusahan kontraktor ini.

Sementara itu, Jakpro telah menjawab protes dari PT Adhi Karya terkait pemenang lelang JIS yang menangkan PT Wika untuk mengerjakan proyek. Jakpro selaku pemilik proyek merasa sudah menjalankan prosedur tender.

"Tendernya kita basic and build dan mengutamakan kualitas, jadi proses tendernya ada dua tahap, penilaian teknis dan harga," ucap Direktur Konstruksi JIS Jakpro Iwan Taswin saat dihubungi wartawan, Selasa (10/9).

Iwan menerangkan proses pertama adalah menilai kualitas dan ketepatan waktu. Tim tender menilai proposal dari kerja sama operasi (KSO) yang dipimpin oleh Wika dan KSO yang dipimpin Adhi Karya.

"Jadi oleh tim tender itu penilaian teknis sangat detail. Mulai dari perencanaan desain sampai metode konstruksi, desain, materiilnya sampai teknis-teknis time schedule-nya," kata Iwan.

Kemudian, dilanjutkan ke tahap efisiensi harga. Nilai dua tahap itu dijumlah dan diakumulasikan untuk menjadi nilai akhir.

Jakpro menentukan penilaian 70 persen untuk kualitas dan 30 persen untuk harga. Dari metode itu, keluarlah KSO Wika sebagai pemenang.

"KSO yang dibilang harganya lebih rendah, itu tidak bisa mengangkat skor teknis mereka yang kurang setelah diakumulasi, di proposal teknis perencanaan dia kurang ada item yang tidak terpenuhi, sedangkan kita porsi tekniknya lebih tinggi, teknik itu 70, harga 30, karena kita mau kualitas karena ini bangunan spesifik bangunan khusus dan standar internasional," tutup Iwan.[dod]

Komentar Pembaca
Ace Hasan Syadzily: Manuver Bambang Soesatyo Biasa Saja
PASANG SURUT CALON KETUA UMUM PAN

PASANG SURUT CALON KETUA UMUM PAN

KAMIS, 19 SEPTEMBER 2019 , 22:10:26

RIAU TOLAK RELAWAN DARI JAKARTA, ANIES MENJAWAB ELEGAN