Yanuar Prihatin: Perlu Metode Baru Pencegahan Korupsi

Hukum  SABTU, 14 SEPTEMBER 2019 , 09:56:00 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Yanuar Prihatin: Perlu Metode Baru Pencegahan Korupsi

Yanuar Prihatin/Net

Untuk mengurangi laju korupsi di Indonesia, pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang baru terpilih agar lebih serius untuk mencegah terjadinya korupsi. Selama ini KPK terkesan lebih populer sebagai pemberantas korupsi, bukan pencegah korupsi.

Anggota Komisi II DPR RI dari Fraksi PKB Yanuar Prihatin mengatakan, sekarang sudah saatnya KPK merumuskan dan menetapkan langkah yang lebih tepat dan benar untuk pencegahan korupsi.

"Kita harus fokus juga pada tindakan preventif, bukan semata represif,” kata Yanuar melalui keterangan tertulisnya, Sabtu (14/9).

Menurut Yanuar, sesuai undang-undang, salah satu tugas pokok KPK adalah pencegahan korupsi. Namun apa yang dilakukan KPK untuk mencegah terjadinya korupsi masih kurang, belum fokus dan masih terkesan parsial.

Kata Yanuar, sosialisasi, pendidikan dan pelatihan anti korupsi harus ditingkatkan, baik kuantitas eventnya maupun target peserta serta eskalasi wilayah dan institusi sasaran.

Materi, substansi dan kurikulum pendidikan anti korupsi harus disempurnakan ke arah penyadaran diri yang sesungguhnya,” ujar Ketua DPP PKB ini.

Pendidikan anti korupsi harus mampu menggugah tumbuhnya kesadaran baru yang sangat kuat diantara penyelenggara negara bahwa pencegahan korupsi yang paling efektif adalah diri sendiri. Setiap individu penyelenggara negara harus memiliki filter dan kendali diri yang tulus dan kokoh untuk tidak berbuat korupsi.

KPK bisa melibatkan banyak pihak terkait yang kompeten untuk membantu mendiskusikan dan merumuskan metodologi ysng paling efektif untuk pencegahan korupsi,” terang Yanuar.

Yanuar mengaku optimistis pimpinan KPK yang baru bisa lebih terbuka untuk menerima ide-ide baru yang lebih baik tentang pencegahan korupsi.

Yanuar menegaskan, korupsi terjadi bukan semata karena terbukanya peluang, lemahnya prosedur dan buruknya sistem. Lebih dari itu, budaya korupsi mudah tercipta dan menular di kalangan individu yang oportunis, lemah integritas, anti moralitas dan memiliki kesadaran diri yang palsu.

Pencegahan korupsi yang efektif harus mampu menyentuh dan menggugah sisi alam bawah sadar yang sangat subyektif dan individual ini,” tutup politisi yang juga motivator ini.[dod]

Komentar Pembaca