Minimalisir Hambatan Pengembangan Animasi, Bekraf Kembali Gelar Bekraf Animation Conference 2019

Ragam  MINGGU, 15 SEPTEMBER 2019 , 10:14:00 WIB | LAPORAN: ARI RAHMAN

Minimalisir Hambatan Pengembangan Animasi, Bekraf Kembali Gelar Bekraf Animation Conference 2019

Foto/RMOLJakarta

Sebagai komitmen mendukung pengembangan subsektor animasi di Indonesia, Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) kembali menggelar Bekraf Animation Conference (BEACON).

Animasi merupakan salah satu subsektor prioritas yang menjadi fokus untuk dikelola dan dikembangkan bersama dengan subsektor musik serta aplikasi dan gim. Dengan visi memperluas eksposure konten animasi di berbagai sektor di Indonesia, subsektor ini diharapkan mampu untuk menguasai pasar nasional dan berkompetisi di pasar global.

"Subsektor animasi menjadi bagian penting dalam ekonomi kreatif, namun pada kenyataannya masih terdapat beberapa hambatan yang memungkinkan subsektor ini sulit berkembang, di antaranya adalah regulasi dan kebijakan pemerintah yang masih belum sepenuhnya mendukung perkembangan animasi nasional dan minimnya dukungan televisi nasional untuk menampilkan karya animasi anak bangsa,” ujar Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Triawan Munaf saat membuka kegiatan BEACON di Pullman Hotel Jakarta Central Park, Sabtu (14/9/2019).

Selain dua faktor tersebut, kata Triawan, terdapat beberapa faktor lainnya yang sering ditemui oleh pelaku subsektor animasi yaitu, kesulitan akses permodalan, belum tersedia sarana kolaborasi dan interaksi antar stakeholder animasi nasional, dan juga kurangnya ajang kreasi dan publikasi animasi khususnya bagi karya animasi anak bangsa.

Untuk meminimalisir berbagai faktor tersebut, Bekraf menyelenggarakan BEACON yang merupakan ajang bagi ekosistem animasi membangun jejaring bisnis antara individu, rumah produksi animasi dengan televisi, agensi maupun investor baik dari dalam maupun luar negeri. Kegiatan ini dikemas secara menarik dengan menyajikan berbagai macam kegiatan mulai dari diskusi panel, master class, exhibition dan movie screening.

Melalui kegiatan ini, Bekraf juga ingin memperkenalkan program-program Bekraf terkait subsektor animasi, meningkatkan jumlah kepemilikan IP dan kapasitas pelaku animasi nasional, memperkenalkan kemampuan produksi animasi dan kreasi anak bangsa serta berbagi informasi dan pengalaman dari narasumber dan pakar animasi yang kompeten.

Tahun ini merupakan tahun ketiga pelaksanaan BEACON, sebelumnya pada 2017 BEACON digelar di Kota Bandung dengan dihadiri oleh 900 orang peserta. Di 2018 BEACON digelar di dua kota, Jakarta dan Surabaya. BEACON Jakarta yang diselenggarakan selama dua hari, mampu menarik minat 1500 orang untuk hadir sebagai peserta dan BEACON Surabaya dihadiri oleh 500 orang peserta. Diprediksikan BEACON yang kembali digelar di Jakarta tahun ini dapat menarik lebih banyak peserta untuk hadir dan berpartisipasi.

Dengan tema pengelolaan properti intelektual terkait subsektor animasi. BEACON tahun ini menghadirkan pembicara yang sesuai dengan tema tersebut.

Pada sesi Animation Project menghadirkan pembicara Faza Meonk (kreator Si Juki), Sei Young Cheong atau Andy (MNC Animation) dan Nur Alif Ramadhan (kreator Dalang Pelo). Selajutnya ada Deddy Syamsudin (BINUS University) dan Daniel Harjanto (BASE Studio) yang akan mengisi sesi Career In Animation. Local Hero Universe yang diisi oleh Goklas Sujiwo (Bumilangit) dan Chris Lie (Caravan).

Untuk Sesi Komersialisasi IP akan diisi oleh Aditya Triantoro (The Little Giantz studio) dan Wahyu Aditya (Hellomotion Academy) juga ada Jasmine Surkatty (kreator Komik Ga Jelas) dan Raden Fajar (Kreator Ghosty’s Comic) yang akan bercerita tentang IP mereka sekaligus pengalaman mengikuti program Bekraf Katapel.

Narasumber lainnya adalah Syaifullah (Direktur Akses Non Perbankan Bekraf), Minimalisir Hambatan Pengembangan Animasi, Bekraf Kembali Gelar Bekraf Animation Conference 2019

RMOLJakarta. Sebagai komitmen mendukung pengembangan subsektor animasi di Indonesia, Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) kembali menggelar Bekraf Animation Conference (BEACON).

Animasi merupakan salah satu subsektor prioritas yang menjadi fokus untuk dikelola dan dikembangkan bersama dengan subsektor musik serta aplikasi dan gim. Dengan visi memperluas eksposure konten animasi di berbagai sektor di Indonesia, subsektor ini diharapkan mampu untuk menguasai pasar nasional dan berkompetisi di pasar global.

"Subsektor animasi menjadi bagian penting dalam ekonomi kreatif, namun pada kenyataannya masih terdapat beberapa hambatan yang memungkinkan subsektor ini sulit berkembang, di antaranya adalah regulasi dan kebijakan pemerintah yang masih belum sepenuhnya mendukung perkembangan animasi nasional dan minimnya dukungan televisi nasional untuk menampilkan karya animasi anak bangsa,” ujar Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Triawan Munaf saat membuka kegiatan BEACON di Pullman Hotel Jakarta Central Park, Sabtu (14/9/2019).

Selain dua faktor tersebut, kata Triawan, terdapat beberapa faktor lainnya yang sering ditemui oleh pelaku subsektor animasi yaitu, kesulitan akses permodalan, belum tersedia sarana kolaborasi dan interaksi antar stakeholder animasi nasional, dan juga kurangnya ajang kreasi dan publikasi animasi khususnya bagi karya animasi anak bangsa.

Untuk meminimalisir berbagai faktor tersebut, Bekraf menyelenggarakan BEACON yang merupakan ajang bagi ekosistem animasi membangun jejaring bisnis antara individu, rumah produksi animasi dengan televisi, agensi maupun investor baik dari dalam maupun luar negeri. Kegiatan ini dikemas secara menarik dengan menyajikan berbagai macam kegiatan mulai dari diskusi panel, master class, exhibition dan movie screening.

Melalui kegiatan ini, Bekraf juga ingin memperkenalkan program-program Bekraf terkait subsektor animasi, meningkatkan jumlah kepemilikan IP dan kapasitas pelaku animasi nasional, memperkenalkan kemampuan produksi animasi dan kreasi anak bangsa serta berbagi informasi dan pengalaman dari narasumber dan pakar animasi yang kompeten.

Tahun ini merupakan tahun ketiga pelaksanaan BEACON, sebelumnya pada 2017 BEACON digelar di Kota Bandung dengan dihadiri oleh 900 orang peserta. Di 2018 BEACON digelar di dua kota, Jakarta dan Surabaya. BEACON Jakarta yang diselenggarakan selama dua hari, mampu menarik minat 1500 orang untuk hadir sebagai peserta dan BEACON Surabaya dihadiri oleh 500 orang peserta. Diprediksikan BEACON yang kembali digelar di Jakarta tahun ini dapat menarik lebih banyak peserta untuk hadir dan berpartisipasi.

Dengan tema pengelolaan properti intelektual terkait subsektor animasi. BEACON tahun ini menghadirkan pembicara yang sesuai dengan tema tersebut.

Pada sesi Animation Project menghadirkan pembicara Faza Meonk (kreator Si Juki), Sei Young Cheong atau Andy (MNC Animation) dan Nur Alif Ramadhan (kreator Dalang Pelo). Selajutnya ada Deddy Syamsudin (BINUS University) dan Daniel Harjanto (BASE Studio) yang akan mengisi sesi Career In Animation. Local Hero Universe yang diisi oleh Goklas Sujiwo (Bumilangit) dan Chris Lie (Caravan).

Untuk Sesi Komersialisasi IP akan diisi oleh Aditya Triantoro (The Little Giantz studio) dan Wahyu Aditya (Hellomotion Academy) juga ada Jasmine Surkatty (kreator Komik Ga Jelas) dan Raden Fajar (Kreator Ghosty’s Comic) yang akan bercerita tentang IP mereka sekaligus pengalaman mengikuti program Bekraf Katapel.

Narasumber lainnya adalah Syaifullah (Direktur Akses Non Perbankan Bekraf), Daryl Wilson (Ketua AINAKI/Founder Kumata Stuio), Rahmat Imron (Digital Happiness Studio), Jeffrey Budiman (WIR Group) dan Eric Rachmat (AR & Co.).

Selain seminar yang akan dibawakan oleh pembicara tersebut, pada tahun ini BEACON juga menghadirkan 34 booth yang diisi oleh studio animasi dan game, sekolah dan universitas, publisher dan asosiasi/komunitas terkait dengan animasi yang sebelumnya sudah melalui proses kurasi agar dapat berpartisipasi di exhibition BEACON.

Dengan diselenggarakannya BEACON diharapkan terjadi pertukaran informasi, pengalaman, transaksi bisnis dan sarana mempublikasikan karya-karya animasi anak bangsa sehingga subsektor animasi nasional bisa berkembang dan menjadi industri yang lebih menjanjikan. [rah]

Selain seminar yang akan dibawakan oleh pembicara tersebut, pada tahun ini BEACON juga menghadirkan 34 booth yang diisi oleh studio animasi dan game, sekolah dan universitas, publisher dan asosiasi/komunitas terkait dengan animasi yang sebelumnya sudah melalui proses kurasi agar dapat berpartisipasi di exhibition BEACON.

Dengan diselenggarakannya BEACON diharapkan terjadi pertukaran informasi, pengalaman, transaksi bisnis dan sarana mempublikasikan karya-karya animasi anak bangsa sehingga subsektor animasi nasional bisa berkembang dan menjadi industri yang lebih menjanjikan. [rah]

Komentar Pembaca