Anies Baswedan Versus Paul M Romer Perspektif Dan Masalahnya

Suara Rakyat  SENIN, 16 SEPTEMBER 2019 , 11:05:00 WIB

Anies Baswedan Versus Paul M Romer Perspektif Dan Masalahnya

Anies Baswedan/Ist

HARI ini hari ke sepuluh izinkan saya bermain-main dengan visi Romer. Agak panjang mohon maaf. Buktikan Anda sayang Anies Baswedan dengan tuntas membacanya.

Ini sebenarnya melanjuti konsep yang sudah dicetuskan dan konsepnya akan disuguhkan Rocky Gerung (Roger) Jakarta menuju Kota Proklamasi kepada Anies Baswedan dalam ILC bertema Pusaran Bully Anies. Disini Romer menawarkan Charter Cities.

Hari ke sepuluh dari hari bersejarah tepatnya 26 September 2018, yang mana Anies Baswedan berdiri tegak dengan senyum khasnya merebut tanah teluk Jakarta kembali ke pangkuan ibu pertiwi.

Izinkan saya berterus terang. Kita akui prestasi Anies tiga tahun berselang. Terutama gagasan mengintegrasikan moda transportasi. Tapi Anies bukan lagi bersama Sandiaga S Uno.

Anies Baswedan: Fatahillah Jilid 2

He is totally lonely rangers now. Politisi seolah-olah menyanderanya begitu. Semangat kakeknya ada pada dirinya. Ia Fight. Ia bak reinkarnasi Fatahillah jilid 2 bagi warga Jakarta.

Dalam menulis ini pun saya tak bermaksud menambah beban kerja Bang Anies yang masih sendiri. Yang saya ajukan proposal agar ia segera mendeklarasikan sebuah tatanan "kota modern" dimulai di tanah ia berdiri melakukan upacara bendera medio Agustus 2019.

Secara organisatoris Anies memang tidak sendiri. Ada sih, 74 personel TGUPP yang dipilihnya tapi TGUPP maaf belum menyodorkan gagasan genuine terkait program Anies-Sandi. Hanya mempercepat mungkin. Disini saya hanya bermain main dengan visi Paul Michael Romer.

Visi Romer sangat menarik tentang pertumbuhan ekonomi dari teknologi untuk kota modern menghadapi urbanisasi massal. Ini tulisan kedua terkait visi Romer. Dan mengapa Anies perlu deklarasi?

Jawaban saya sangat subyektif. Tapi saya persempit jadi tiga alasan utama Pertama, ada saham saya disitu, karena Anies naik ada dua suara real konkret di kotak suara. Isteri dan saya pilih beliau. Bukan maksud pamrih. Artinya saya sah menyoalnya. Betawi asli mimpi pun haram jadi gubernur di kota kelahirannya.

Kedua, mubazir dan mendesak dilakukan Anies karena tidak ada jaminan "jalan damai" yang ditempuh Anies dengan terbitnya IMB dapat menjinakkan pengembang yang hebat-hebat itu. Istilah almarhum Habibie, dikutip Anies, raksasa.

Modusnya pengembang pasti belanja via lobi politik. Lokasi tanah tanpa sadar terus bergeser. Anies memang sudah mengeluarkan Pergub terkait tanah reklamasi yang ada IMB pemanfaatan lahan. Ia memerintahkan BUMD khusus untuk itu yaitu, PT Jakpro mengurusi perizinan jalan damai yang sudah berganti nama menjadi kawasan pantai. Dan saya tidak menyoal itu.

Yang saya soal ada titik berdiri Anies memimpin upacara bendera 17 Agustus di tanah reklamasi. Itu masih tidak bertuan. Dari situlah gagasan saya bermula.

Ketiga, saya membayangkan itu bisa dilakukan Kota Piagam di tanah lapang dan kosong yang di dalamnya bukan lagi kota swasta yang dibangun dan sudah ber IMB ditanda tangani Anies.

Dalam ceramahnya TED yang viral, Romer menggunakan Korea Utara dan Selatan sebagai contoh nyata tentang bagaimana aturan-aturan di mana orang beroperasi memengaruhi kekayaan dan perkembangan mereka.

Haiti, katanya, adalah contoh tipikal bagaimana pemerintah dapat menghambat pertumbuhan dengan menjadi terlalu lemah, tidak hanya dengan menjadi terlalu kuat.

Romer pun mencontohkan yang kontras, menggunakan Cina dan zona pasarnya, seperti Shenzhen (mencontoh keberhasilan ekonomi Hong Kong), sebagai contoh bagaimana zona aturan yang berbeda dalam satu negara dapat menghasilkan kekayaan dan memerangi kemiskinan.

Aliansi Cina/Inggris di Hong Kong, katanya, "melakukan lebih banyak untuk mengurangi kemiskinan dunia daripada semua program bantuan yang telah Amerika Serikat lakukan di abad terakhir.

Romer adalah pelopor "teori ekonomi pertumbuhan baru," menekankan pentingnya ide dan teknologi dalam pembangunan ekonomi. Ia praktekkan itu di negara negara kecil seperti Honduras. Tapi konsepnya free city bukan charter city. Di India di kota Gorugan dipraktikan.

Pada tahun 1997 Romer dinobatkan sebagai salah satu dari 25 orang Amerika paling berpengaruh oleh majalah Time , dan ia telah memenangkan Nobel Memorial dalam Ilmu Ekonomi tahun 2018.

Romer mulai mempertaruhkan reputasinya pada konsep yang disebutnya "kota piagam," meluncurkan organisasi dengan nama yang sama untuk mempromosikannya.

Akhirulkalam.Memang ini bukan bagian dari 23 program janji politik Anies-Sandi. Ini hanya proposal gagasan warga Jakarta untuk pemimpinnya. Anies Baswedan.

Boleh dong berbagi perspektif kepada gubernur yang dipilihnya? Bagaimana wajah Jakarta di sisa kepemimpinan Anies.

Sebetulnya ide ini sudah diucapkan spontan Rocky Gerung (Roger) yang menyoal terkait ide ini, Anies belum memiliki konsep Jakarta sebagai kota akal pikiran, Kota Proklamasi.

Apa yang diucapkan Roger senada dengan penelitian Romer tentang perlunya Charter Cities. Dan mengapa semua negara di dunia harus punya.

Roger made in Indonesia kita tunggu konsepnya. Dan Romer made in USA coba dipelajari saja Pak Gubernur Anies Baswedan dengan perangkat resminya yang hebat-hebat itu.[dod]

Soemantri Hassan Pemerhati Kebijakan Publik

Komentar Pembaca