Dinas LH Klaim Udara Jakarta Membaik, Data Air Visual Malah Sebaliknya

Jakarta  SELASA, 17 SEPTEMBER 2019 , 14:33:00 WIB | LAPORAN: RMOL NETWORK

Dinas LH Klaim Udara Jakarta Membaik, Data Air Visual Malah Sebaliknya

Data Air Visual/Ist

Dinas Lingkungan Hidup (LH) DKI Jakarta mengklaim perluasan ganjil genap (Gage) berhasil memperbaiki kualitas udara Jakarta.

Kepala Dinas LH DKI Jakarta Andono Warih mengaku optimistis peningkatan kualitas udara Jakarta bisa dibuktikan dengan data.

Untuk membuktikan data tersebut, Dinas LH melakukan pemantauan kualitas udara Jakarta di tiga lokasi berbeda, yaitu Bundaran HI, Kelapa Gading, dan Jalan Suryopranoto. Jalanan tersebut merupakan jalan yang terkena perluasan Gage.

"Hasil pengamatan di Bundaran HI, kadar PM 2.5, ada penurunan kadar sampai 9 persen. Kelapa Gading mengalami penurunan PM 2.5 mencapai hampir 12 persen. Selanjutnya, di Jalan Suryopranoto ada penurunan kadar PM 2.5 hingga 16 persen," kata Andono di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (17/9).

Saat ditanya soal data kualitas udara dari air visual yang masih menunjukan udara Jakarta tidak sehat, Andono berkelit bahwa perlahan tapi pasti kualitas udara menunjukan hasil positif.

"Udara Jakarta lintas batas dipengaruhi arah angin dan sebagainya. Kita belum bisa menentukan sebab utamanya. Kalau kita lihat juga eposide musim kemarau sudah mencapai puncaknya, sudah cukup lama tidak turun hujan," ujar Andono.

Menurutnya, kalau betul-betul mau memperbaiki sampai ke taraf sehat, tentunya memerlukan usaha dan ikhtiar yang jauh lebih banyak dan massif lagi.

Tentunya, Andono menambahkan, memperbaiki Jakarta tidak bisa serta merta terjadi dalam kurun waktu singkat.

Namun Dinas LH cukup yakin dengan indikasi yang terjadi saat ini, yang menunjukan perluasan gage sudah memberikan dampak yang signifikan bagi kualitas udara.

"Tentu dalam satu sampai dua tahun, itu dikombinasikan dengan berbagai upaya akan membuat udara Jakarta lebih baik lagi," pungkasnya.

Berdasarkan data aplikasi AirVisual yang diakses Selasa (17/9) pukul 14:15 WIB, kualitas udara Jakarta berkategori tidak sehat.

Dilaporkan, indeks kualitas udara (AQI) Jakarta berada pada level tidak sehat, yakni 151 dengan parameter polutan atau PM2.5 konsentrasi 56.1 ug/m3.[dod]

Komentar Pembaca