Iklan Di Ojek Online Akan Dikenakan Pajak

Ekonomi  SELASA, 17 SEPTEMBER 2019 , 15:07:00 WIB | LAPORAN: RMOL NETWORK

Iklan Di Ojek Online Akan Dikenakan Pajak

Faisal Syafruddin/Net

Kepala Badan Pajak dan Retribusi Daerah (BPBD) DKI Jakarta, Faisal Syafruddin mengatakan, iklan berjalan yang dipasang di kendaraan roda dua atau empat akan dikenakan pajak.

"Kalau ada iklan berjalan kami sudah lakukan pendataan dan sudah kami pungut pajaknya melalui kantor pusatnya," kata Faisal di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (17/9).

Diketahui, perusahaan yang memanfaatkan pengguna iklan berjalan didominasi oleh perusahaan digital berbasis aplikasi seperti GO-JEK dan Grab Indonesia.

"Kita bekerjasama dan kita sudah panggil untuk melunasi pajak kendaraannya terlebih dahulu sebelum melakukan operasinya," ujar Faisal.

Selain iklan berjalan, kata Faisal, untuk iklan reklame yang biasa terpasang di jalan, saat ini sudah mulai beralih kepada penggunaan videotron.

Untuk itu, lanjut Faisal, pihaknya sedang dalam tahap penyesuaian tarif dan proses pergubnya sedang berjalan.

"Nanti akan kita kenakan pajak sesuai dengan tingkat potensi nilai pajak reklame yang bersangkutan. Jadi pajaknya tidak disamakan dengan reklame lain, " pungkas Faisal.[dod]

Komentar Pembaca