Elite Politik Mendadak Kompak Saat Bunuh KPK

Hukum  RABU, 18 SEPTEMBER 2019 , 06:50:00 WIB | LAPORAN: RMOL NETWORK

Elite Politik Mendadak Kompak Saat Bunuh KPK

Ilustrasi/Ist

Pengesahan revisi UU 30/2002 tentang Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi menjadi pemandangan yang tidak lazim bagi masyarakat Indonesia.

Pasalnya, untuk kali pertama pembahasan di DPR bisa berjalan mulus tanpa hambatan. Bahkan kuorum anggota tidak menjadi soal saat Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah memulai rapat paripurna pengesahan tersebut.

Tercatat saat rapat dimulai pukul 10.30, Selasa (17/9), absensi kehadiran memang sudah diisi sebanyak 289 anggota dari total 560 anggota DPR. Tapi di dalam ruang rapat hanya ada sebanyak 80 anggota dewan saja.

Menanggapi hal itu, pakar hukum tata negara, Refly Harun mengeluarkan sindiran satirenya. Dalam banyak hal, elite-elite kita selalu berbeda pendapat bahkan bertengkar hebat, kecuali satu saja: killing KPK!” ujarnya dalam akun Twitter pribadi.

Menurutnya, bersatunya para anggota dewan itu tidak lepas dari persamaan nasib. Sebab, masih banyak elite yang waswas dengan KPK karena namanya disebut dalam sejumlah kasus dan mereka masih berkuasa.

Jadi menjinakkan KPK is a way to protect themselves!” pungkasnya.[dod]

Komentar Pembaca