Tak Cuma Kelahiran, Tantangan Kependudukan Jakarta Akibat Migrasi

Jakarta  RABU, 18 SEPTEMBER 2019 , 13:44:00 WIB | LAPORAN: RMOL NETWORK

Tak Cuma Kelahiran, Tantangan Kependudukan Jakarta Akibat Migrasi

Anies Baswedan/RMOL

Tantangan yang dihadapi DKI Jakarta terkait pengendalian penduduk sangatlah unik. Sebab bila di wilayah lain masalah tersebut dapat diprediksi dengan melihat jumlah kelahiran, namun hal tersebut tidak berlaku di Jakarta.

Demikian disampaikan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat memberikan sambutan dalam kegiatan bhakti sosial TNI Manunggal Keluarga Berencana (KB) Kesehatan Tingkat Provinsi DKI Jakarta.

Anies mengatakan, untuk mengendalikan angka kelahiran, saat ini Jakarta dan umumnya daerah lain, telah sepakat mendukung penuh program Keluarga Berencana (KB).

"Kegiatan TNI Manunggal KB Kesehatan ini menjadi amat penting," ujar Anies di halaman Kantor Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Disgulkarmat) DKI Jakarta, Jakarta Pusat, Rabu (18/9).

Anies melanjutkan, ketika berbicara daerah-daerah yang jauh dari ibukota, maka anggota TNI bergerak dan berada yang paling depan.

"Baik penyuluhan, kampanye, bahkan jadi guru kalau sedang tidak ada guru. Selalu siap untuk berada di depan," puji Anies.

Untuk di Jakarta, angka kelahiran hanyalah sebatas satu sisi. Sebab faktor lain yang mempengaruhi kepadatan penduduk adalah faktor migrasi.

"Tantangan kita adalah bukan saja menjangkau keluarga-keluarga yang tumbuh besar di Jakarta, tapi juga menjangkau keluarga-keluarga yang bermigrasi ke Jakarta," jelas Anies.

"Tetapi alhamdulillah para walikota, camat, lurah, mereka semua memiliki progam yang intensif. Karena itu kita berharap nantinya program-program ini kita sinergikan," tutup Anies.[dod]

Komentar Pembaca