Marak Anggota DPRD Gadaikan SK, Formappi Duga Dampak Jor-joran Politik Uang

Politik  KAMIS, 19 SEPTEMBER 2019 , 16:03:00 WIB | LAPORAN: RMOL NETWORK

Marak Anggota DPRD Gadaikan SK, Formappi Duga  Dampak Jor-joran Politik Uang

Pelantikan Anggota DPRD DKI Jakarta/Ist

Peneliti Forum Masyarakat Peduli Parlemen ( Formappi) Lucius Karus menilai ada banyak alasan terkait maraknya anggota DPRD DKI Jakarta yang berbondong-bondong menggadaikan SK penetapan pengangkatan mereka.

"Yang pertama pasti efek dari jor-joran masa kampanye yang akhirnya menyedot habis keuangan anggota DPRD yang kini menggadaikan SK," kata Lucius melalui keterangan tertulisnya, Kamis (19/8).

Lucius menduga pengeluaran terbanyak itu disebabkan karena saat kampanye adanya aksi politik uang yang menyebabkan pengeluaran menjadi tak terduga dan tak terukur.

"Nafsu yang besar untuk menang membuat mereka mengeluarkan uang dalam jumlah tak terduga hingga tak sadar kalau modal nyaris habis," ujar Lucius.

Alasan kedua, kata Lucius, karena gaya hidup mewah anggota DPRD menuntut seseorang mempunyai banyak uang di awal periode.

"Mereka ini umumnya yang tidak peduli dengan fungsi dan kewenangan DPRD, tapi hanya mau petantang-petenteng dengan jabatan saja," ungkap Lucius.

Pengeluaran besar masa kampanye membuat anggota DPRD berhutang, dan kini harus memulai pekerjaan dengan terlebih dahulu membereskan hutang mereka.

Karena bagaimanapun, rasanya memalukan menjadi wakil rakyat dengan hutang yang belum terbayar.

Soal gaya hidup itu yang juga sangat penting. Sebagian anggota menganggap, terpilih menjadi anggota DPRD sekaligus membuatnya naik kelas menjadi pejabat.

"Dan jadi pejabat otomatis mesti dengan tampilan 'wah', maka perlu duit untuk mendandani diri," sindir Lucius.

Lebih lanjut Lucius mengatakan, memang tidak ada aturan resmi anggota DPRD tidak boleh menggadaikan SK mereka. Namun secara etika, menurut Lucius, tidak menunjukan sikap yang bagus.

"Kecenderungan menggadaikan SK melanggar etika karena itu tidak pernah dimaksudkan sebagai alat transaksi tetapi surat penugasan negara untuk anggota," tutup Lucius.

Diketahui, belum genap satu bulan dilantik sebagai Anggota DPRD DKI Jakarta, sejumlah politisi Kebon Sirih beramai-ramai menggadaikan SK penetapan pengangkatan mereka ke Bank DKI.

Ketika dikonfirmasi, Sekretaris Perusahaan Bank DKI Jakarta Herry Djufraini mengakui bshwa pihaknya telah memberikan fasilitas kredit kepada anggota DPRD DKI Jakarta dengan cara menjaminkan SK penetapan pengangkatannya.

"Sudah ada beberapa anggota dewan mengajukan dan telah menerima fasilitas kredit di Bank DKI," kata Herry, Rabu (18/9).

Kredit tersebut, kata dia, diberikan terkait dengan program kredit multiguna yang sudah ditanggung asuransi dan tidak berbeda dengan kredit lain bagi nasabah.

"Kredit tersebut diberikan karena gaji anggota DPRD dibayarkan melalui Bank DKI. Pemberian kredit multiguna juga dilindungi asuransi. Syaratnya ya (sama) sebagaimana kredit umum yg diberikan kepada nasabah," ujar Herry.

Meski tidak secara gamblang menyebutkan jumlahnya, dia mengatakan ada sekitar 10 hingga 20 orang yang sudah menerima fasilitas itu dengan jumlah besaran kredit multiguna.[dod]

Komentar Pembaca
Tiru Cara BG, Siasat Imam Nahrawi Lolos dari KPK

Tiru Cara BG, Siasat Imam Nahrawi Lolos dari KPK

SABTU, 19 OKTOBER 2019 , 23:19:03

Lomba Pacu Jalur Peserta Terbanyak

Lomba Pacu Jalur Peserta Terbanyak

SABTU, 19 OKTOBER 2019 , 14:31:46

Ini Skenario Gerindra Masuk Kabinet

Ini Skenario Gerindra Masuk Kabinet

JUM'AT, 18 OKTOBER 2019 , 21:08:45