Eggi Sudjana Surati Jokowi Minta Kasusnya Dihentikan

Hukum  KAMIS, 19 SEPTEMBER 2019 , 23:11:00 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Eggi Sudjana Surati Jokowi Minta Kasusnya Dihentikan

Tim kuasa hukum Eggi Sudjana/Ist

Tersangka kasus makar Eggi Sudjana bersurat kepada Presiden Republik Indonesia Joko Widodo atau Jokowi untuk meminta klarifikasi kasusnya serta permohonan penghentian penyidikan.

Surat itu memiliki tebusan kepada Kepala Kepolisian RI Jenderal Tito Karnavian dan Kepala Polda Metro Jaya Inspektur Jenderal Gatot Eddy Pramono.

"Saya berharap agar Bapak Presiden Republik Indonesia Joko Widodo mengambil keputusan yang terbaik terhadap Eggi Sudjana, dalam artian untuk menghentikan perkara ini. Kenapa? Karena tidak ada niat untuk menggulingkan pemerintahan yang sah. Tidak mungkin Eggi menggulingkan pemerintahan yang sah," kata Pitra Romadhoni Nasution dari Tim Pengacara Eggi Sudjana di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Kamis (19/9).

Pitra mengatakan, surat tersebut sudah dikirimkan ke Presiden Jokowi pada Selasa (17/9).

"Kami selaku penasehat hukum tersangka Eggi mohon perlindungan hukum dan klarifikasi kepada Presiden RI tentang peristiwa makar tersebut. Hal ini kami sampaikan karena sangkaan tindak pidana makar tersebut, adalah sangkaan tentang menggulingkan pemerintah yang sah," ujar Pitra.

"Apakah benar, Yang Mulia Presiden RI Bapak Ir. H. Joko Widodo baik selaku Kepala Negara maupun selaku Kepala Pemerintahan merasa pernah diganggu dan atau digulingkan oleh perbuatan tersangka Eggi Sudjana tersebut?," tanya Pitra.

Kuasa hukum Eggi Sudjana lainnya, Alamsyah Hanafiah menyatakan bahwa mereka sebelumnya telah mengajukan surat permohonan penghentian penyidikan (SP3) kepada Kapolri Cq Kapolda Metro Jaya.

"Untuk berkenan kiranya memerintahkan Kapolri Cq Kapolda Metro Jaya untuk menghentikan penyidikan (SP3) tersangka Eggi," tutup Alamsyah.

Eggi Sudjana tersangkut kasus makar lantaran laporan polisi yang dibuat oleh Supriyatno, seorang relawan Jokowi-Ma’ruf Center (Pro Jomac). Pelaporan itu berkaitan dengan seruan Eggi soal people power. Dalam penetapan sebagai tersangka, Eggi dijerat dengan Pasal 107 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana soal makar.[dod]

Komentar Pembaca