Cukai Rokok Naik, Indonesia Rentan Rokok Illegal

Ragam  JUM'AT, 20 SEPTEMBER 2019 , 09:14:00 WIB | LAPORAN: ARI RAHMAN

Cukai Rokok Naik, Indonesia Rentan Rokok Illegal

Foto/Net

Rencana pemerintah menaikkan cukai rokok tahun 2020 rata-rata sebesar 23 persen berpotensi mendorong tumbuhnya rokok illegal yang sebelumnya sudah berhasil ditekan.

Banyak pihak, khususnya pelaku industri tembakau dikejutkan dengan kenaikan cukai rokok yang diumumkan pada Jumat (13/9) lalu. Pasalnya, kenaikan hingga menyentuh angka rata-rata 23 persen merupakan yang tertinggi yang pernah terjadi di industri ini selama puluhan tahun.

Peneliti Ilmu Ekonomi Universitas Padjadjaran, Bayu Kharisma mengatakan kenaikan cukai rokok disertai kenaikan harga jual produk rokok yang tinggi, akan memberi dampak luas.

"Konsumen rokok Indonesia sangat sensitif terhadap harga. Akibatnya, konsumen akan beralih ke produk murah, seperti rokok illegal yang tidak membayar cukai," ujar Bayu, Kamis (19/9).

Hal itu, berbanding terbalik dengan tujuan pemerintah yang menjadikan kenaikan cukai ini untuk menyasar target penerimaan negara, justru yang berpotensi membesarnya tax evasion atau penghindaran pajak, yang disebabkan maraknya peredaran rokok illegal.

Bayu memberi contoh, Pemerintah Malaysia yang menaikkan cukai rokok terlalu tinggi dengan harga eceran rokok dengan rata-rata 4.11 USD. Kebijakan Pemerintah Malaysia justru membuat peredaran rokok illegal semakin besar. Berdasarkan data Oxford Economics, peredaran rokok illegal di Malaysia pada tahun 2017 sebesar 55,5 persen.

"Rokok illegal di Malaysia berasal dari Filipina, Indonesia, dan Vietnam. Potensi kehilangan penerimaan Pemerintah Malaysia cukup tinggi sekitar 3,3 miliar dolar," sebutnya.

Tak hanya itu, kenaikan cukai juga akan menyebabkan turunnya volume produksi rokok seiring dengan beralihnya konsumen. Dengan demikian, performa perusahaan rokok kian turun, dan kelangsungan dari jutaan pekerja yang bergantung pada industri ini akan terancam.

Bayu menekankan, kenaikan cukai ini akan mendorong terjadinya inflasi lebih tinggi di masyarakat, mengingat andil rokok yang cukup besar. [rah]

Komentar Pembaca