Akhirnya Dosen Bergerak

Suara Rakyat  JUM'AT, 20 SEPTEMBER 2019 , 19:03:00 WIB

Akhirnya Dosen Bergerak

Sahmin Madina/Ist

UPAYA meredam senat kampus dengan berbagai cara akhirnya jebol juga. Padahal sebelumnya beragam kemampuan digunakan untuk membungkam senat gencar dihembuskan ke lingkungan perguruan tinggi negeri PTUN/PTKIN.

Suara untuk mengembalikan hak senat seutuhnya makin nyaring terdengar.

Senat akademik adalah badan normatif tertinggi pada perguruan tinggi dalam bidang akademik.

Suara senat ini penting sebagai amanah badan normatif perguruan tinggi. Hal ini juga sudah lama ingin digaungkan, tapi mereka terdiam lama seakan tak mampu berkata. Apalagi belakangan ramai revisi UU.

Maka deras pula arus untuk ikut serta membuka kembali kapasitas senat yang tersandera di kampus.

Sepertinya usaha ini akan sukses melalui tuntutan seluruh para aktivis perguruan tinggi ke Mahkamah Agung dan DPR-RI.

Sementara kekuasaan bergerak nyaman. Kekuasaan juga sepertinya memiliki lingkaran begitu kokoh mempertahankan hak dalam bingkai birokrasi hingga fungsinya yang telah terpolakan antara senat dan kekuasaan.

Sejatinya, mencari kekuasaan bukan hal yang tabu atau sedekah jabatan. Tapi sulit rasanya bahwa di perguruan tinggi yang dikenal rasional dan intelek disoroti ketika fungsi senatnya ompong dan keropos. Atau ada senat yang dikanalisasi, sehingga pertimbangan senat tidak sejalan dengan pandangan kekuasaan.

Ketika aktivis dosen perguruan tinggi mulai memprotes meminta untuk ditinjau kembali hak senat maka pintu gerbang kampus pun dibuka seluas- luasnya bebas nilai dan bebas intervensi.

Kita paham bersama bahwa kampus adalah agen perubahan dan agen demokrasi, tapi kemudian tatacara pemilihan pimpinan kampus setengah demokrasi dan non demokrasi, karena mengabaikan keputusan senat.

Akhirya mari kita berjuang para aktivis kampus untuk menjaga marwah badan normatif kampus atau senat untuk menjadi bagian dari demokrasi kampus.

Kampus bergerak bukan untuk kekuasaan tapi harapan perubahan memang dinanti oleh seluruh anggota senat PTUN/PTKIN.

Kita hampir frustrasi melihat kesewenangan atas kebijakan aturan yang setangah hati dan sama sekali tidak berpihak pada senat.

Jangan lagi kita teradu domba dengan kepentingan kontestan, tapi kita fokus pada pengawalan untuk mengembalikan hak senat sepenuhnya.[dod]

Dr.Sahmin Madina S.Sos.MSi Dosen Politik Islam IAIN Sultan Amai Gorontalo

Komentar Pembaca