Pak Anies, Proyek Kecil Jangan Masuk E-Katalog

Ekonomi  JUM'AT, 20 SEPTEMBER 2019 , 21:27:00 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Pak Anies, Proyek Kecil Jangan Masuk E-Katalog

Anies Baswedan/Ist

Ribuan pengusaha kecil dan Usaha Menengah Kecil Mikro (UMKM) di ibukota mengharapkan proyek penunjukan langsung (PL) yang nilainya sekitar Rp 200 juta tak masuk dalam daftar e-katalog di lingkungan Pemprov DKI Jakarta.

Proyek PL antara lain meliputi pelebaran trotoar, pengerukan drainase, pembuatan taman dan pengadaan alat tulis kantor (ATK).

Era Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan diketahui sudah mulai mengeluarkan proyek PL, namun jumlahnya masih terbatas.

"Menyikapi pernyataan Pak Anies tentang memberikan kesempatan kepada UMKM), saya mengimbau gubernur untuk meninjau tentang kebijakan e-katalog. Sebab, e-katalog sangat tidak memberikan kesempatan kepada pengusaha UMKM," kata Wakil Ketua Umum Kadin DKI Jakarta, RH Victor Aritonang melalui keterangan tertulisnya, Jumat (29/9).

Kata Victor, ribuan kontraktor UMKM mengharapkan proyek dengan nominal kecil jangan seluruhnya masuk dalam e-katalog. Contohnya pengerjaan pelebaran trotoar.

"Masak perbaikan jalan kampung harus kontraktor besar? Faktanya di era Gubernur Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) ratusan kontraktor bermodal kecil mati. Karena mereka tidak bisa masuk ke e-katalog. Akhirnya kontraktor besar yang mengerjakannya," ujar Victor.

Padahal kalau pekerjaan tersebut diberikan ke kontraktor kecil dengan menggunakan sistem penunjukkan langsung, maka menurut Victor jelas lebih meningkat lagi ekonomi di kalangan bawah.

Sebelumnya Anies Baswedan saat mengkukuhkan pengurus Kadin DKI Jakarta periode 2019-2024 menyatakan, kemitraan antara Kadin DKI harus ditingkatkan untuk meningkatkan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja di ibukota.

Kinerja para pengusaha anggota Kadin DKI telah mampu mendorong pertumbuhan ekonomi DKI, sehingga pada 2018 mencapai 6,3 persen, di atas pertumbuhan nasional.

Sementara itu, Ketua Umum Kadin DKI, Hj Diana Dewi mengatakan, program kerja prioritas dalam jangka pendek adalah mendorong pengusaha UMKM agar lebih meningkat kinerjanya.

"Ada lebih kurang 25 ribu pengusaha di Jakarta. Sebanyak 60 persennya adalah pelaku UMKM yang harus kita bantu agar mereka bisa lebih berkembang," kata Diana.[dod]

Komentar Pembaca